Sosok

Penjaga Mesjid dan Pedagang Roti Keliling itu Akhirnya Jadi Anggota Dewan

×

Penjaga Mesjid dan Pedagang Roti Keliling itu Akhirnya Jadi Anggota Dewan

Sebarkan artikel ini
anggota dewan
Datuk Iskandar Muda. A.Md. Pria kelahiran 10 Maret 1980 (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM -Berpikir menjadi Anggota Dewan Terhormat atau DPRD, tidak pernah dibayangkan pria ini. Dengan modal nekat berangkat dari kapung halaman Kabupaten Asahan ke Kota Medan untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi.

Dengan keterbatasan ekonomi orang tua, pria ini memutar otak, bagaimana caranya agar tidak mengeluarkan biaya yang besar, seperti mengkos sebagai tempat tinggal.

Satu cara yang kemudian dilakukannya adalah dengan cara tinggal di sebuah mesjid sebagai penjaga Masjid Taqwa di Tanjungrejo, Setia Budi Medan selama tiga tahun. 

Pria tersebut adalah Datuk Iskandar Muda. A.Md. Pria kelahiran 10 Maret 1980 di Kampung halamannya Kisaran, Kabupaten Asahan ini, mencoba memberanikan diri merantau ke Kota Medan pada tahun 2000, dengan tujuan awalnya untuk kuliah di Universitas Sumatera Utara (USU). 

“Tahun 2000, saya putuskan untuk ke kota Medan tujuan utamanya untuk kuliah di Universitas Sumatera Utara. Dengan modal nekat dan do’a orang tua saya pun kuliah dan tinggal di Masjid selama tiga tahun, ” ungkapnya,

Tinggal di Masjid bukan tanpa alasan, keterbatasan ekonomi kedua orangtuanya menjadi alasan utamanya. “Kalau tinggal di Masjid minimal saya tidak lagi membayar uang kos, menghemat uang makan dan ongkos. Kebetulan ekonomi orangtua saya tidaklah sebaik orang kebanyakan, ” katanya. 

Ditengah keprihatinan, pria berkacamata ini mengaku banyak mendapat dukungan dari jamaah masjid. “Alhamdulillah jamaah masjid yang saya tempati sangat mendukung, mereka meminjamkan saya sepeda untuk pergi kuliah ke di Fakultas MIPA USU, ” kenangnya. 

Tak mau berpangku tangan, pria asal Kota Kisaran ini memutuskan untuk berjualan roti keliling. “Saat masih tinggal di Masjid saya juga sambilan menjual roti keliling. Setelah selesai shalat subuh, saya mulai berkeliling jualan roti  sampai pukul 10 pagi, kemudian jam 11 saya harus masuk kampus, dan Alhamdulillah dari penjualan roti ada pemasukan yang didapatkan,” tuturnya. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *