… lanjutan Khaled Mashal
Biro ini, yang beroperasi di luar jangkauan Israel, bertanggung jawab atas hubungan internasional dan penggalangan dana.
Mashal terpilih sebagai kepala biro politik pada tahun 1996. Pada tahun 1997, pemerintah Israel mencoba membunuhnya dengan cara menyemprotkan racun oleh agen Mossad di Amman, Yordania.
Namun, upaya tersebut gagal, dan Raja Hussein dari Yordania campur tangan untuk menyelamatkannya.
Sejak saat itu, Mashal di anggap sebagai pahlawan perlawanan Palestina. Pada tahun 1999, ia di penjara sebelum di usir dari Yordania. Kemudian menetap di Qatar, serta mendirikan kantor pusat Hamas di Damaskus pada tahun 2001.
Pada tahun 2017, di akhir masa jabatannya, ia mengundurkan diri dan di gantikan oleh Ismail Haniyeh.
Bagi rakyat Palestina, Mashal dan pemimpin Hamas lainnya di anggap sebagai pejuang untuk membebaskan tanah mereka dari pendudukan Israel.
Sumber dari Hamas menyebutkan bahwa Mashal di perkirakan akan terpilih sebagai pemimpin tertinggi kelompok tersebut untuk menggantikan Haniyeh. Selain Mashal, dua pejabat senior Hamas lainnya, Mousa Abu Marzouk dan Khalil al-Hayya, juga di indikasikan sebagai calon pengganti.- ***
