Sosok

Gairah Kreatif Atya Sardadi Ciptakan Fashion yang Bermakna

×

Gairah Kreatif Atya Sardadi Ciptakan Fashion yang Bermakna

Sebarkan artikel ini
FotoJet 9 4
Atya Sardadi Ciptakan Fashion yang Bermakna

KITAINDONESIASATU.COM – Atya Irdita Sardadi, Desainer dan Chief Marketing Officer ARTKEA, berbagi kisah tentang perjalanan mengembangkan bisnis keluarga yang terkenal di industri fashion lokal. ARTKEA, yang dikenal dengan koleksi baju lace cantiknya, telah menjadi pilihan utama banyak orang.

Sejak kecil, Atya terinspirasi oleh ibunya, Tini Sardadi, yang mendirikan ARTKEA di rumah. Hal ini membentuk ketertarikan Atya di dunia bisnis, meskipun ia awalnya bermimpi untuk terjun ke interior design.

Ia mulai serius mengembangkan ARTKEA pada tahun 2016, saat lini pertama mereka, ARTKEA Classic, hanya berfokus pada aksesori rambut berbahan premium dan brokat.

Atya menjelaskan, ia dan ibunya senang menjahit baju pesta berbahan brokat, namun kesulitan menemukan gaya dan kualitas yang sesuai, sehingga muncul ide untuk meluncurkan lini baru, Lace by ARTKEA.

Meskipun tidak ada tekanan untuk meneruskan bisnis keluarga, Atya merasa terdorong untuk mengekspresikan kreativitasnya.

Menghadapi tantangan saat transisi dari offline ke online, Atya dan tim harus menemukan cara baru untuk menjual produk mereka di pasar luxury.

Tantangan terbesar baginya sebagai seorang Muslimpreneur adalah menjadikan ARTKEA menonjol di industri fashion modest yang kompetitif, sambil tetap mempertahankan nilai-nilai ke-Islam-an.

Atya mengamati bahwa industri fashion modest di Indonesia telah berkembang pesat, dan saat ini Indonesia layak menjadi kiblat fashion modest dunia.

Meskipun persaingan semakin ketat, ia percaya bahwa peningkatan kualitas produk dan penggunaan material yang lebih baik adalah kunci untuk menciptakan ekonomi sirkular yang berkelanjutan.

ARTKEA meluncurkan koleksi Raya pertama kali secara menyeluruh, berjudul “Ties of Joy,” yang terinspirasi dari ikatan keluarga dan kegembiraan saat Hari Raya. Atya sangat menghargai perjalanan panjang bisnis ini, yang didirikan ibunya dari nol, dan bertekad untuk terus belajar dan berinovasi.

Sebagai seorang perempuan, Atya menekankan bahwa dalam bisnis, tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Ia lebih memilih manajemen skala prioritas dibandingkan work-life balance, agar bisa mengatur waktu antara pekerjaan, diri sendiri, dan keluarga.

Atya masih memiliki banyak impian, baik secara pribadi maupun untuk ARTKEA, termasuk ekspansi ke pasar internasional. Ia juga memberikan beberapa tips untuk para womenpreneur yang sedang memulai atau mengembangkan bisnis mereka.- ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *