KITAINDONESIASATU.COM – Dia Demona, seorang perempuan yang ingin berhijab namun tetap tampil kasual tanpa mengubah gaya pribadi, mendirikan brand Aleza pada 2016.
Berbekal pendidikan dan pengalaman di dunia fashion, Dia berhasil mengembangkan bisnisnya dengan lancar. Lulusan ESMOD ini sudah lama berkecimpung di industri fashion, mulai dari bekerja di garment, dengan desainer, hingga di e-commerce yang berfokus pada brand fashion lokal.
Pada satu titik, Dia merasa ingin menjalankan usaha sendiri setelah melihat peluang besar di bidang fashion.
Pada usia 34 tahun, setelah 15 tahun berkarir, Dia memulai bisnis jasa jahit. Setelah sukses dengan jasa jahitnya, Dia memutuskan untuk meluncurkan brand fashion baru, yang kemudian menjadi Aleza.
Awalnya, Aleza bukanlah brand modest wear, karena saat itu Dia belum berhijab.
Namun, ketika memutuskan berhijab delapan tahun lalu, Dia kesulitan menemukan modest wear yang cocok dengan gaya kasualnya.
Karena itu, dia memutuskan untuk menciptakan brand sendiri yang sesuai dengan kebutuhannya. Dengan bantuan kedua saudaranya, Aleza mulai berkembang.
Meskipun awalnya hanya iseng, Dia tetap merencanakan brand Aleza dengan matang. Setelah resign dari pekerjaannya, Dia dan kedua saudaranya fokus mengelola Aleza.
Koleksi pertama Aleza berupa pakaian sederhana dan terjangkau, dengan harga di bawah Rp200 ribu. Koleksi tersebut dipasarkan melalui media sosial dan website, dan berhasil terjual habis dengan cepat.
Aleza telah berkembang pesat dengan lebih dari 100 karyawan. Setiap minggu, brand ini merilis koleksi baru yang mencerminkan beragam karakter perempuan, tetap mempertahankan ciri khas Aleza.
Selain berjualan online, Aleza kini juga memiliki sekitar 20 toko offline di seluruh Indonesia.- ***
