Sementara itu, media memiliki peranan krusial dalam menyebarkan informasi publik dan edukasi, serta mempromosikan pariwisata budaya seperti wisata belanja atau Museum Batik kepada khalayak yang lebih luas, guna menarik daya tarik investasi.
Ketiadaan integrasi di antara pemangku kepentingan ini akan melahirkan inefisiensi, seperti riset universitas yang tidak dapat diaplikasikan ke industri, atau bantuan pemerintah yang tidak tepat sasaran.
Sebaliknya, jika dikolaborasikan secara komprehensif, ekosistem yang terbentuk akan sangat kuat dalam menjawab tantangan era digital, meningkatkan daya saing global, sekaligus melestarikan integritas budaya batik tradisional. (*)


