Dalam kasus “Pagar Laut Misterius” ini lagi-lagi ada Oknum yang disebut-sebut ketularan sikap “Fufufafa”, yakni Memet (Warga desa Lemo, Kec Teluknaga, Kab Tangerang) atas perintah Gojali alias EngCun yang kabarnya kini bersembunyi di Subang dan Ali Hanafiah Liejaya (AHL). Nama terakhir ini adalah Orang kepercayaan Aguan yang juga ikut “menghilang”, padahal sebelumnya AHL sangat sering nampak mewakili PT ASG di berbagai acara, termasuk menjadi Lawyernya Aguan bersama Muanas Alaidid (politisi PSI) yang juga menjadi Lawyer PT ASG. Kalau melihat mereka, wajar jika Netizen mengatakan bahwa ini semua adalah bagian dari “Ternak” alias “Sekolam” mereka saja..
Kesimpulannya, Gerakan seperti yang dilakukan oleh GRAO untuk membela Rakyat dengan menghentikan PSN di PIK-2 (dan PSN-PSN tak jelas lainnya sepertu di BSD, Rempang, Surabaya dsb) ini sejalan dengan statemen Presiden Prabowo Subianto untuk mengevaluasi PIK-2 dan bahkan sudah diinstruksikan untuk menyetop sekaligus membongkar Pagar Laut Misterius itu. Tidak boleh ada Negara dalam Negara, sebagaimana sering dikatakan oleh berbagai Aktivis serta Tokoh-tokoh yang masih berani bicara untuk kebenaran di tengah-tengah Oknum Pejabat dan Aparat bergaya “Fufufafa” saat ini. Tidak boleh ada lagi mereka yang berlagak “Fufufafa” karena Fufufafa Aslinya-pun tinggal tunggu waktu saja untuk menerima akibatnya, InshaaAllah Gusti Allah SWT mboten sare …
)* Dr. KRMT Roy Suryo, M.Kes – Peserta Aksi GRAO menghentikan PSN di PIK-2 dsb – Pemerhati Multimedia, Telematika, AI & OCB Independen – Jakarta 12 Januari 2025
