Opini Kita

Carpon ‘Surat ti Palmira’ (2022): Antara Masa Lalu dan Masa Depan

×

Carpon ‘Surat ti Palmira’ (2022): Antara Masa Lalu dan Masa Depan

Sebarkan artikel ini
Carpon Surat ti Palmira
Carpon Surat ti Palmira

KITAINDONESIASATU.COM – Koleksi carpon Surat ti Palmira karya Hadi AKS diterbitkan pada tahun 2022 oleh penerbit Dunia Pustaka Java yang mendapat penghargaan Rancage Literary Prize 2023 oleh Yayasan Kebudayaan Rancage. Surat ti Palmira menampilkan 17 carpon yang kisahnya kaya akan pengamatan kehidupan di Pulau Jawa dan ada pula yang mengungkapkan keprihatinannya terhadap persoalan kemanusiaan, baik di kampung halaman maupun di luar negeri.

Hadi AKS merupakan salah satu pengarang Sunda produktif yang telah menulis beberapa karya sastra baik berupa puisi, novel, carpon, maupun fiksi. Karya-karya Hadi AKS antara lain, Kumpulan Carpon Kalapati (2012), Kumpulan Fiksimini Hompimpah (2016), Kumpulan Puisi Matapoé (2018), dan lain-lain.

Hadi AKS mengangkat permasalahan kemanusiaan, khususnya dalam carpon Surat ti Palmira dengan cara romantis, yang diusung melalui sudut pandang luar yang membuat penulis dapat memotret lebih jauh keadaan dan memperkuat latar yang diceritakannya. Surat ti Palmira menjelaskan bagaimana Kota Palmyra terkena dampak perang dengan ISIS yang menguasai dan menghancurkan warisan budaya dunia.

Kota Palmyra yang semula merupakan kota bersejarah hancur, Direktur Jenderal UNSECO (sekarang tidak lagi), Irina Bokova menjelaskan, aksi ISIS dinilai sebagai kejahatan perang terkini. Dalam carpon ini juga diceritakan tentang putri Zenobia yang bereinkarnasi kedalam tubuh orang lain:

Baca Juga  Bisakah Organisasi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Indonesia Bersatu?

“Saya Putri Zenobia yang terlahir kembali dengan raga yang lain, yang akan menyaksikan perang hebat akhir zaman di tempat ini. Perang Al-Malhamah Kubra…”

Sebuah kalimat yang begitu menyakitkan namun dapat digambarkan tentang Putri Zenobia yang merupakan salah satu keluarga asli Palmyra yang fasih berbahasa Yunani dan Mesir. Sayangnya dalam carpon ini tidak dijelaskan lebih jelas tentang Putri Zenobia yang dikenal sebagai putri pemberontak.

Baca juga: Carpon JODO Karya Eli Rusli: Kajian Teori Cinta Segi 3 oleh Robert J. Sternberg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *