“Santri sebagai generasi penerus memiliki prinsip-prinsip akhlak dan budi pekerti serta tanggung jawab untuk menunjukkan sikap yang baik dalam menyikapi perbedaan pendapat dan pilihan politik,” jelas Jenderal bintang dua.
Lebih lanjut Kapolda menerangkan bahwa momen istighosah dan doa bersama yang dilaksanakan hari ini juga memiliki makna yang sangat dalam karena doa adalah senjata bagi orang beriman.
“Saya selaku pimpinan Polda Banten, mengajak kepada seluruh santri, para alim ulama dan elemen masyarakat untuk berperan aktif. Keterlibatan tokoh agama dalam proses demokrasi bukan hanya untuk memilih, tetapi juga untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memilih pemimpin yang amanah dan berintegritas,” tandasnya.
Hadir dalam acara istighosah Wakapolda Brigjen Hengki, Pejabat Utama Polda Banten. Turut hadir selaku penceramah Ustadz Muhammad Subki Al-Bughury, KH. Abuya Muhtadi Dimyati, tokoh agama, tokoh masyarakat beserta elemen masyarakat Banten lainnya.(jm)


