KITAINDONESIASATU.COM- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Hantavirus, khususnya jenis Andes, yang menjadi perhatian pada Mei 2026 kini. Virus yang diduga ditularkan melalui kotoran, urine, atau air liur tikus terinfeksi itu dapat menyebabkan gangguan pernapasan serius hingga gagal napas.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Erna Nuraena mengatakan, hingga saat ini belum ditemukan maupun dilaporkan adanya kasus Hantavirus di Kota Bogor. Meski demikian, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan karena penularannya melibatkan hewan perantara, yakni tikus.
“Penyakit ini sudah ada di dunia, tetapi di Kota Bogor sampai saat ini belum ada, tidak terlaporkan, dan mudah-mudahan memang tidak ada. Kewaspadaan sangat diperlukan karena penularannya terjadi melalui perantara hewan, yaitu tikus,” ujar Erna Nuraena, saat ditemui wartawan, usai rapat kerja bersama DPRD Kota Bogor, diruang rapat Komisi lV, Rabu 13 April 2026.
Ia menjelaskan, upaya pencegahan paling efektif dilakukan melalui penerapan pola hidup bersih dan sehat serta menjaga kebersihan lingkungan agar terbebas dari tikus.
“Jika ditanya bagaimana cara pencegahannya, solusinya kembali lagi pada penerapan pola hidup dan lingkungan yang sehat. Pastikan lingkungan di sekitar kita tetap bersih dan bebas dari tikus,” katanya.
Erna juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat berkontak dengan area atau benda yang berpotensi terkontaminasi tikus, seperti genangan air selokan maupun ruangan yang tidak higienis.
Menurutnya, gejala awal Hantavirus umumnya menyerupai infeksi virus biasa, seperti demam. Namun dalam kondisi tertentu, penyakit ini dapat berkembang menjadi lebih serius dan menyerang sejumlah organ tubuh.
“Gejala awal penyakit ini mirip dengan infeksi virus pada umumnya, yaitu demam. Namun, pada beberapa kasus dampaknya bisa sangat fatal. Penyakit ini dapat memicu gangguan pada organ tubuh, seperti hati dan organ lainnya, yang berisiko menyebabkan kematian,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan Kota Bogor telah meningkatkan surveilans atau pengawasan penyakit serta menjalin kerja sama dengan rumah sakit guna memperkuat deteksi dini.
“Adapun imbauan kami untuk masyarakat adalah tetap disiplin menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), rutin mencuci tangan pakai sabun, dan selalu menjaga kebersihan lingkungan,” tutupnya. (Nicko)

