KITAINDONESIASATU.COM – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menghadiri Rapat Koordinasi Evaluasi Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah di Jakarta, Senin (11/11). Ia membongkar kisah pengiriman surat sejak dirinya menjabat sebagai Wali Kota Solo dan hingga kini tak mendapat balasan.
Dalam rapat koordinasi tersebut, juga hadir Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Abdul Mu’ti. Selain itu, anggota Komisi X DPR serta sejumlah kepala dinas juga terlihat.
Mengawali sambutannya, Gibran menampilkan surat yang disampaikannya selaku Wali Kota Solo kepada Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024 Nadiem Anwar Makarim.
“Namun kemarin saya cek ke Pak Sekda dan Kepala Dinas yang ada di Solo, surat ini ternyata belum mendapat tanggapan,” kata Gibran Rakabuming yang dikutip, Senin (11/11).
Menurut Gibran, isi surat itu adalah keluhan-keluhannya sebagai wali kota terkait kebijakan-kebijakan pendidikan. “Mengenai masalah zonasi, masalah program Merdeka Belajar, masalah pengawas sekolah, masalah ujian nasional,” ujarnya.
Meski demikian, Gibran menyebut menteri sekarang berbeda dan pasti akan bergerak cepat. Sepulang dari retreat di Akademi Militer Magelang, Gibran mengaku sudah berkoordinasi dengan Mu’ti terkait keluhan yang selama ini banyak disampaikan oleh para orangtua siswa.
“Dan kita langsung klik untuk masalah-masalah zonasi ini. Jadi bapak-Ibu, zonasi ini program yang baik, tapi silakan nanti bapak-ibu selama rakor mungkin bisa memberi masukan karena jumlah guru kita itu belum merata,” ujar Gibran. (*)


