News

Walkot Jakut Sambangi Remaja 14 Tahun Pengidap Autoimun

×

Walkot Jakut Sambangi Remaja 14 Tahun Pengidap Autoimun

Sebarkan artikel ini
Screenshot 20260907 170745 Chrome

KITAINDONESIASATU.COM – Perhatian pemerintah kembali menyentuh warga yang tengah menghadapi kondisi sulit. Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, mendatangi langsung kediaman Yasmin Naila Zazila, remaja berusia 14 tahun yang telah berjuang menghadapi penyakit autoimun Juvenile Dermatomyositis (JDM) selama sekitar empat tahun.

Yasmin ditemui Hendra di kediamannya di kawasan Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Senin (7/9). Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kondisi kesehatan sekaligus keadaan sosial ekonomi keluarga Yasmin.

Hendra mengatakan, kedatangannya bukan sekadar untuk bersilaturahmi, tetapi juga memastikan pemerintah hadir memberikan dukungan kepada warga yang membutuhkan penanganan khusus.

“Kami datang untuk bersilaturahmi sekaligus memberikan perhatian kepada ananda yang saat ini membutuhkan penanganan khusus. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk hadir dan melayani warga, baik dari sisi kesehatan maupun kondisi sosial ekonominya,” ujar Hendra di Jakarta.

Hendra berharap Yasmin dapat segera mendapatkan kondisi yang lebih baik sehingga suatu saat bisa kembali menjalani aktivitas seperti biasa.

Menurutnya, perhatian pemerintah tidak boleh berhenti hanya pada aspek pengobatan. Kondisi keluarga dan kebutuhan sehari-hari juga harus menjadi perhatian karena turut berpengaruh dalam proses pemulihan.

Kunjungan tersebut turut melibatkan sejumlah unsur, mulai dari aparat wilayah, Baznas Jakarta Utara hingga tim PKK. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memberikan dukungan secara lebih menyeluruh kepada keluarga Yasmin.

“Kehadiran pemerintah secara langsung di tengah masyarakat ini diharapkan tidak hanya memberikan bantuan secara materi, tetapi juga semangat dan harapan bagi keluarga agar tetap kuat menghadapi kondisi yang ada,” kata Hendra.

Di sisi lain, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, Murniasi Hutapea mengatakan, kondisi Yasmin dari sisi medis telah mendapatkan penanganan dari tim dokter di RSCM Jakarta.

Namun, perjuangan keluarga masih menghadapi tantangan lain. Salah satunya adalah kebutuhan obat serta makanan dengan pola khusus yang membutuhkan biaya tidak sedikit.

“Secara medis sudah ditangani dengan baik. Namun, ada kebutuhan khusus seperti makanan tertentu yang biayanya cukup besar, bisa mencapai sekitar Rp500 ribu untuk beberapa hari. Ini yang menjadi beban bagi keluarga,” ujar Murniasi.

Pemerintah pun berencana melakukan koordinasi lebih lanjut dengan keluarga dan tim pembiayaan kesehatan daerah guna mencari solusi atas kebutuhan tersebut.

Murniasi mengatakan pihaknya akan kembali mengumpulkan data terkait kebutuhan Yasmin untuk kemudian mengusulkan agar kebutuhan tertentu dapat memperoleh dukungan pembiayaan melalui program Jaminan Kesehatan Jakarta.

“Kami akan mengumpulkan data kembali dan mengusulkan agar kebutuhan tertentu, bisa masuk dalam pembiayaan melalui program Jaminan Kesehatan Jakarta,” katanya.

Langkah tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga sekaligus memastikan Yasmin tetap memperoleh dukungan yang dibutuhkan selama menjalani perawatan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *