News

Wali Kota Bogor Respons Dugaan Limbah Santika–Botani Square, Tunggu Laporan Resmi

×

Wali Kota Bogor Respons Dugaan Limbah Santika–Botani Square, Tunggu Laporan Resmi

Sebarkan artikel ini
IMG20260430102045 scaled
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menegaskan Pemkot masih mengumpulkan data sebelum mengambil langkah terkait dugaan limbah. (Kis/ist)

KITAINDONESIASATU.COM- Dugaan pencemaran Sungai Ciparigi yang menyeret Hotel Santika dan Botani Square mulai mendapat sorotan serius. Pemerintah Kota Bogor masih menunggu laporan resmi dari aparat wilayah sebelum mengambil langkah tegas, di tengah keluhan warga soal bau tak sedap dan perubahan kondisi air sungai.

Dedie mengaku hingga saat ini pihaknya masih menunggu laporan resmi dari aparat wilayah setempat sebelum mengambil langkah lebih lanjut. Ia menyebutkan, informasi awal baru akan disampaikan oleh Lurah Tegallega dan Camat Bogor Tengah dalam waktu dekat.

“Saya baru nunggu laporan, baru mau laporan Pak Lurah Tegallega hari ini dan Pak Camat Bogor Tengah,” ujarnya kepada wartawan, usia melaksanakan deklarasi Kecamatan tangguh bencana, di Kantor BPBD, Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor, Kamis 30 April 2026.

Ia menegaskan, pihaknya belum dapat memastikan bentuk maupun mekanisme dugaan pencemaran tersebut.

Pemerintah Kota Bogor masih perlu mengumpulkan data detail terkait cara pembuangan limbah, lokasi pembuangan, serta dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan sekitar.

“Jadi saya juga belum tahu praktek pencemaran itu cara membuangnya seperti apa, kemana membuangnya, siang ini nanti baru kita panggil ketika kita terima informasi yang lebih detail,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Hotel Santika dan Mall Botani Square diduga membuang limbah ke sungai Ciparigi.

Hal itu di ungkapnya Lurah Tegallega, Hardi, kepada wartawan saat turun langsung meninjau saluran limbah, Rabu 29 April 2026, kemarin.

Ia menyebut pihak kelurahan telah memberikan teguran, baik secara lisan maupun tertulis, kepada manajemen Botani Square dan Hotel Santika.

“Kita sudah melakukan teguran, baik tertulis maupun lisan kepada pihak Botani Square dan Santika. Tapi sampai hari ini memang belum ada tindakan apapun. Mereka masih tetap membuang limbahnya ke sungai,” ujarnya.

Hardi juga mengaku sempat meminta hasil uji laboratorium kepada pihak hotel terkait kualitas limbah yang dibuang ke Sungai Ciparigi. Namun hingga kini, hasil tersebut belum diterima.

“Saya pernah meminta hasil laboratorium dari Hotel Santika, bahwa limbah yang dibuang itu tidak berdampak. Tapi sampai hari ini belum ada hasil yang diberikan, baik dari Santika maupun Botani Square,” katanya.

Menurutnya, dampak yang paling dirasakan warga adalah bau tidak sedap serta perubahan kondisi air sungai. Ia menyoroti ukuran pipa pembuangan milik Botani Square yang cukup besar sehingga diduga mempengaruhi debit air.

“Dampaknya bau, dan otomatis air jadi meningkat. Pipa dari Botani itu besar sekali,” pungkasnya. (Nicko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *