KITAINDONESIASATU.COM- Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, meminta seluruh lurah di Kota Bogor turun langsung memimpin kegiatan korve massal membersihkan sampah yang menyumbat saluran air di wilayah masing-masing.
Langkah tersebut dilakukan sebagai respons atas tingginya intensitas hujan yang dalam beberapa hari terakhir mengguyur Kota Bogor dengan curah hujan rata-rata di atas 120 milimeter, sehingga memicu genangan, banjir lintasan, hingga longsor di sejumlah titik.
Dedie Rachim mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, salah satu penyebab terjadinya banjir lintasan diduga kuat akibat tersumbatnya saluran air oleh tumpukan sampah yang terbawa aliran air dari wilayah hulu maupun sampah yang dibuang sembarangan ke drainase.
“Seluruh lurah saya minta memimpin langsung kegiatan korve di wilayahnya masing-masing, melibatkan aparatur wilayah, petugas lapangan, komunitas, serta masyarakat untuk membersihkan saluran air, drainase, dan titik-titik rawan sumbatan sampah. Ini harus menjadi gerakan bersama agar aliran air kembali lancar dan potensi banjir bisa diminimalisasi,” ujar Dedie Rachim di Balai Kota Bogor, Senin 4 Mei 2026.
Ia menegaskan, persoalan sampah yang menyumbat saluran air tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Hal ini membutuhkan kesadaran kolektif seluruh warga untuk menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke sungai maupun saluran drainase.
Dedie Rachim mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah intensitas hujan yang masih tinggi.
Ia juga mengingatkan warga agar menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan guna memperlancar aliran air dan meminimalisasi risiko banjir.
“Selain tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, kami juga mengimbau warga untuk tidak membuang sampah sembarangan agar saluran air tetap lancar. Pemkot Bogor pun akan terus melakukan langkah antisipatif melalui normalisasi saluran air dan upaya mitigasi lainnya,” katanya. (Nicko)

