Sambutan viral ini memunculkan berbagai reaksi, bahkan perdebatan, di kalangan pengguna media sosial.
Banyak aktivis menganggap lagu tersebut bukti bahwa peradaban Mesir kuno masih memiliki daya tarik kuat dan terus memberi pengaruh pada budaya modern serta interpretasi publik terhadap sosok Tutankhamun.
Komentar warganet antara lain menyebut, “Lagu Raja Tut dari Italia menegaskan posisi Mesir sebagai pusat perhatian dunia dan kebangkitan warisan peradabannya.”
Tutankhamun menjadi firaun pada usia sembilan tahun dan dikenal sebagai “wujud hidup dewa Amun”. Masa pemerintahannya menandai pemulihan sistem kepercayaan Mesir setelah masa reformasi keagamaan Akhenaten.
Misteri penyebab kematiannya masih memicu perdebatan para peneliti, mulai dari dugaan pembunuhan oleh wazirnya hingga teori kematian akibat malaria.
Namun belum ada bukti pasti yang dapat menguatkan salah satu teori tersebut.***


