KITAINDONESIASATU.COM – Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Cakung kini tengah bergerak cepat melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku yang diduga terlibat aksi pemerasan di kawasan Cakung Timur, Jakarta Timur.
Kasus yang sempat viral di media sosial itu terjadi di Jalan Koridor sisi barat Banjir Kanal Timur (BKT), RT 00/07, Kelurahan Cakung Timur, Kecamatan Cakung. Pihak kepolisian menegaskan proses penyelidikan terus berjalan untuk mengungkap identitas pelaku.
Kanit Reskrim Polsek Cakung, AKP Moch. Zen, menyebut pihaknya sudah menerima laporan resmi dengan nomor LP/B/124/IV/2026/SPKT/Polsek Cakung/Polres Metro Jakarta Timur/Polda Metro Jaya. Setelah laporan masuk dan kasus viral, tim Buser langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Peristiwa tersebut menimpa korban berinisial ES (47), seorang wiraswasta, yang diduga menjadi sasaran aksi kejahatan pada Selasa (21/4) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.
Berdasarkan keterangan, korban sebelumnya baru saja selesai berjualan kopi bersama saudaranya. Saat hendak pulang sekitar pukul 00.30 WIB, situasi jalan sudah sepi.
Namun nahas, di tengah perjalanan korban justru dihadang dua orang pria tak dikenal yang berboncengan sepeda motor. Kedua pelaku mencoba menghentikan laju korban, namun korban berusaha menghindar dengan memutar arah.
Aksi itu justru memicu tindakan agresif dari pelaku yang kemudian menendang motor korban hingga terjatuh. Saat korban terkapar, pelaku sempat mencoba merampas tas korban hingga terjadi tarik-menarik di jalan.
Dalam kondisi panik, korban berteriak meminta pertolongan warga sekitar, yang membuat pelaku akhirnya kabur tanpa membawa barang apa pun.
Meski tidak ada barang yang berhasil dibawa pelaku, korban mengalami luka akibat terjatuh dan langsung mendapat penanganan medis.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengungkap identitas pelaku dan memastikan mereka segera ditangkap.
Polisi juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas malam hari serta segera melapor jika menemukan kejadian serupa. (*)
