KITAINDONESIASATU.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi perhatian pemerintah. Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, berharap ke depan semakin banyak santri di seluruh Indonesia yang bisa merasakan manfaat program tersebut.
Data Kementerian Agama mencatat, dari total 4.268.846 santri di Indonesia, baru sekitar 454.720 santri atau 10,65 persen yang telah menerima manfaat MBG.
Hal itu disampaikan Menag dalam Rapat Koordinasi Terbatas Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia mengenai peningkatan kualitas layanan MBG dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpencil, Kamis (11/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, menag menyoroti kondisi pesantren kecil dengan jumlah santri sekitar 200 hingga 400 orang. Menurutnya, pesantren kategori ini menghadapi kendala karena belum memenuhi syarat untuk membangun dapur SPPG mandiri yang saat ini membutuhkan minimal 1.000 santri.
“Pesantren yang memiliki seribu santri atau lebih relatif masuk kategori tertentu, tetapi pesantren dengan jumlah 200 sampai 400 santri banyak yang berada dalam kondisi berbeda dan tetap membutuhkan perhatian,” kata Menag.
Ia menegaskan, Kemenag telah menyiapkan data penerima manfaat MBG dari berbagai lembaga pendidikan keagamaan. Data tersebut mencakup siswa madrasah, santri pondok pesantren, hingga peserta didik binaan Ditjen Bimas Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Pusbimdik Khonghucu.
Menag mengatakan data resmi tersebut nantinya akan disampaikan kepada pihak terkait agar penyaluran MBG dapat berjalan lebih tepat sasaran dan mampu menjangkau kelompok yang selama ini belum tersentuh.
“Kami ingin persoalan ini bisa diselesaikan bersama, termasuk menyampaikan berbagai kendala yang ada di lapangan,” kata Nasaruddin.
Ia juga menegaskan, bahwa pendataan penerima manfaat harus menggunakan data resmi dari Kemenag. Menurutnya, pihak yang mengatasnamakan pesantren tetapi tidak masuk dalam pendataan resmi bukan menjadi tanggung jawab Kemenag. (*)

