Rektor Uniga juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas, etika profesi, ketelitian, dan peningkatan kompetensi dalam menjalankan profesi apoteker.
“Hari ini bukan sekadar seremonial akademik, tetapi tonggak perjalanan memasuki profesi yang mulia dan penuh tanggung jawab,” tegasnya.
Suasana haru turut terasa ketika perwakilan lulusan apoteker baru, Sution, menyampaikan ucapan terima kasih kepada dosen, pembimbing Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA), dan civitas akademika FMIPA Uniga.
Ia menyebut keberhasilan para lulusan tidak lepas dari dukungan, bimbingan, dan pengorbanan para pengajar selama proses pendidikan.
“Jas ini bukan sekadar simbol keberhasilan, tetapi bukti dedikasi dan kerja keras para dosen dan pembimbing yang telah mendampingi kami hingga saat ini,” ungkapnya.
Dengan bertambahnya 41 apoteker baru tersebut, diharapkan pelayanan kesehatan di Kabupaten Garut semakin meningkat sekaligus membantu menjawab kebutuhan tenaga kesehatan di berbagai wilayah.***
