News

Tupperware Resmi Bangkrut Penjualan Merosot Biaya Produksi Meningkat

×

Tupperware Resmi Bangkrut Penjualan Merosot Biaya Produksi Meningkat

Sebarkan artikel ini
Tupperware
Tupperware (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Tupperware Brands menyatakan diri resmi bangkrut dan telah mengajukan perlindungan kebangkrutan di Delaware, Amerika Serikat (AS). Produk yang selama ini menjadi idola ibu-ibu itu pun kini tinggal kenangan.

Manajemen mengatakan, telah mengalami kerugian yang meningkat karena turun drastisnya permintaan. Penjualannya merosot dalam beberapa tahun terakhir di tengah strategi baru perusahaan menempatkan lebih banyak produknya di toko ritel dan platform penjualan daring.

“Perusahaan tersebut memiliki utang sebesar US$812 juta (sekitar Rp 12,4 juta triliun),” bunyi berkas pengadilan yang dikutip dari Reuters, Kamis (19/9).

Baca Juga  Ini Kriteria UMKM yang Utangnya Dihapus dengan PP Nomor 47 Tahun 2024

“Para pemberi pinjaman baru telah berupaya menggunakan posisi utang mereka untuk menyita aset Tupperware termasuk kekayaan intelektualnya seperti mereknya, yang mendorong perusahaan untuk mencari perlindungan kebangkrutan,” kata perusahaan dimuat laman yang sama.

Gulung tikar yang dialaminya itu terjadi akibat lonjakan biaya tenaga kerja, pengiriman, dan bahan baku resin plastik juga menekan bisnisnya. Perusahaan bermaksud untuk melanjutkan operasi dan melakukan proses penawaran selama 30 hari untuk menemukan investor baru bagi seluruh perusahaan.

“Dengan neraca yang baru-baru ini, direstrukturisasi dan dorongan keuangan sementara, leverage Tupperware yang tinggi, penjualan yang menurun, dan margin keuntungan yang menyusut, terlalu berat untuk diatasi,” kata ketua eksekutif di firma analisis keuangan RapidRatings, James Gellert.

Baca Juga  Menunda Utang saat Mampu Membayar adalah Tindakan yang Zalim

Berdasarkan informasi yang didapat, Tupperware memiliki perkiraan aset sebesar US$500 juta hingga US$1 miliar dan perkiraan kewajiban sebesar US$1 miliar hingga US$10 miliar. Perusahaan tersebut mencantumkan jumlah kreditor antara 50.001 dan 100.000. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *