News

Truk Tanah Masih Bebas Beroperasi Pagi dan Siang Hari

×

Truk Tanah Masih Bebas Beroperasi Pagi dan Siang Hari

Sebarkan artikel ini
pik2
Warga melintas dicelah-celah truk pengangkut tanah

KITAINDONESIASATU.COM-Warga Desa Pamong, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, resah karena truk pengangkut tanah tetap saja beroperasi di luar jam operasional dan menyebabkan jalan berdebu. Truk pengangkut tanah tersebut diduga untuk memasok proyek PIK 2.

Seperti dikatakan Fahmi Soleh, warga Desa Pamong, ia dan warga lainnya resah dengan truk tersebut karena kerap beroperasi pada jam-jam sibuk sehingga menganggu aktivitas warga. “Setahu saya truk hanya boleh beroperasi mulai pukul 22.00-05.00 WIB. Enggak tahu ini, kok seenaknya saja,’ ujarnya.

Truk juga jarang menutup muatannya dengan terpal dan menyebabkan muatan berisi tanah berceceran di jalan. Saat hujan, kondisi tersebut malah membuat jalan menjadi licin dan membahayakan pengguna jalan.

“Warga wilayah Kronjo dan sekitarnya terganggu karena debunya ampun dah. Akibatnya banyak UMKM kecil yang jualan dipinggir jalan tutup karena kotor dan berdebu,” kata Fahmi seperti dilansir Bantennews.co.id, Senin (18/11/2024).

Baca Juga  Mahasiswa Cilegon Desak Dishub Tindak Tegas Parkir Liar di Bahu JLS

Masih kata Fahmi, lokasi Desa Pamong hanya berjarak sekira 500 meter hingga 1 km ke beberapa titik proyek PIK. Sering terjadi kecelakaan akibat jalan yang licin. “Warga pernah turun ke jalan juga, terus aparat juga pernah memberhentikan truk pengangkut tanah, tapi beberapa minggu kemudian beroperasi lagi,” keluhnya.

Fahmi berharap truk proyek tersebut bisa beroperasi sesuai aturan, sehingga tidak mengganggu aktivitas masyarakat di siang hari. Apalagi ia beberapa kali mendapati sopir truk yang ugal-ugalan saat menyetir. “Harapan saya tolong lah pemerintah memperhatikan kenyamanan dan keamanan masyarakat,” harapnya.

Warga lainnya dari Desa Waliwis, Kecamatan Mekarbaru, Rohman (23), juga mengeluhkan hal serupa. Meski jalannya tidak dilalui langsung oleh truk seperti Fahmi, tapi Rohman yang sehari-harinya menggunakan Jalan Raya Kronjo mengaku terganggu.
Desa Waliuwis juga berdekatan dengan salah satu titik proyek PIK 2 yang terletak di Desa Muncung, Kecamatan Kronjo.“Biasanya jalanan dilalui  kendaraan kecil, tapi sekarang didominasi sama truk-truk gede, agak repot jadinya,” kata Rohman.

Baca Juga  Tragedi Ponpes Sidoarjo, Pemerintah Siap Bangun Ulang Musala yang Ambruk

Risiko kecelakaan karena jalan licin, rusak dan polusi debu akibat muatan tanah membuat Rohman resah selaku pengguna jalan. Ia bahkan mengatakan ada masjid di pinggir jalan yang sampai ditutup dengan terpal saking berdebunya jalan tersebut. “Kita kan ada kegiatan ke sana kemari, jadi ya terdampak juga,” keluh Rohman.

Beberapa hari yang lalu, Polres Metro Tangerang Kota bersama pemerintah daerah dan instansi terkait membentuk tim gabungan dan mendirikan pos pantau  untuk mengawasi jam operasional truk tanah yang melintas di wilayah Kota dan Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.

Baca Juga  Prediksi Cuaca Banten 16 Januari 2025, Hujan Ringan dan Langit Berawan

Hal itu sebagai tindaklanjut pertemuan pasca lakalantas yang memicu amuk massa hingga  merusak, membakar,  dan menjarah sparepart truck tanah di Salembaran Jaya, Kosambi Kabupaten Tangerang pada 7 Nopember lalu. .

Sedangkan ratusan personel gabungan itu,  terdiri dari unsur Polri, TNI, Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satpol PP Kota/Kabupaten Tangerang, dan potensi masyarakat (Potmas).

“Kami telah membentuk tim gabungan dengan delapan  pos pantau untuk mengawasi dan memperketat terkait jam operasional truk-truk tanah tersebut,” Kata Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Zain Dwi Nugroho, Minggu (10/11/2024).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *