KITAINDONESIASATU.COM – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan akan membangun ulang total Gedung Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, menyusul ambruknya mushala yang menewaskan puluhan santri.
Menteri PU, Dody Hanggodo, mengatakan, bahwa pembangunan tidak sekadar renovasi, tetapi dibangun baru dari nol karena kondisi gedung yang rusak berat.
“Bangunan yang warna hijau itu lebih murah kalau dirobohkan. Ya dibangun baru dari nol daripada kita tambal sulam,” ujar Dody, Selasa (7/10).
Pembangunan akan menggunakan dana APBN, namun pemerintah juga membuka kemungkinan bantuan dari pihak swasta untuk mempercepat proses pemulihan. Dody menekankan, meski pondok pesantren biasanya menjadi kewenangan Kementerian Agama, Kementerian PU turun tangan karena situasinya tergolong darurat.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, mengumumkan pembukaan hotline bagi masyarakat yang ingin melaporkan atau berkonsultasi terkait gedung sekolah dan pondok pesantren yang rawan ambruk.
Tragedi terjadi pada Senin, 29 September 2025, ketika musala lantai tiga Ponpes Al Khoziny ambruk saat renovasi. Ratusan santri terjebak di bawah reruntuhan, dan tim SAR gabungan berhasil menemukan seluruh 63 jenazah korban.
Pemerintah kini fokus memastikan proses pembangunan ulang cepat, aman, dan layak huni, sekaligus membuka layanan konsultasi untuk mencegah kejadian serupa di pesantren lain. (*)

