Skema tersebut diharapkan membuat peserta tidak berhenti pada tahap memperoleh pelatihan. Mereka perlu memiliki kompetensi yang diakui sehingga dapat melanjutkan ke dunia kerja ataupun membuka usaha secara mandiri.
“Fokus kita jelas: peserta selesai pelatihan, kompetensinya diakui, kemudian bekerja atau berusaha,” kata Yassierli.
K3 Jadi Bagian Penting Kompetensi Teknologi Hijau
Di balik peluang peluang kerja baru dari transisi hijau, aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) juga menjadi perhatian.
Perkembangan kendaraan listrik dan teknologi energi membutuhkan pekerja yang memahami potensi risiko dalam setiap proses kerja.
Yassierli menilai materi pelatihan perlu mencakup kompetensi kelistrikan, penanganan baterai, pencegahan kebakaran, serta prosedur ketika terjadi kondisi darurat.
“Kita ingin peserta pelatihan memiliki kompetensi yang utuh. Bukan hanya mampu memasang, mengoperasikan, dan memperbaiki sistem, tetapi juga memahami aspek keselamatannya,” ujarnya.
Penguatan keterampilan tersebut menjadi bagian dari persiapan menghadapi perubahan kebutuhan pasar kerja.





