KITAINDONESIASATU.COM – PSSI melalui Sekretaris Jenderal, Yunus Nusi, menanggapi balasan resmi dari AFC terkait protes penunjukan wasit asal Kuwait yang akan memimpin laga putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia antara timnas Indonesia melawan Arab Saudi. Meski khawatir keberpihakan wasit dari regional yang sama dapat memengaruhi jalannya pertandingan, AFC tetap mempertahankan wasit tersebut.
“PSSI menerima keputusan itu karena hal ini menjadi kewenangan AFC. Kami percaya pada balasan surat yang mereka kirimkan,” ujar Yunus, di Jakarta, Selasa (7/10).
Menurut rilis The ASEAN Football, semua ofisial pertandingan berasal dari Kuwait. Wasit utama adalah Ahmed Al-Ali, sementara asisten wasit 1 dan 2 adalah Abdul Hadi Al-Anzi dan Ahmed Abbas. Ammar Ashkanani bertugas sebagai wasit keempat, dan VAR dipegang oleh Abdullah Jamali dengan asisten VAR Abdullah Al-Kandari.
Yunus menegaskan harapannya agar pertandingan tetap sportif dan adil, tanpa keberpihakan.
“Kami sangat berharap sportivitas dan fair play dijunjung tinggi. Semoga pertandingan ini dipimpin seadil-adilnya dan senetral-netralnya,” ujar Yunus.
Di sisi lain, AFC menegaskan ofisial pertandingan adalah yang terbaik dan profesional, tanpa konflik kepentingan. Penunjukan wasit dilakukan melalui proses evaluasi ketat dan mapan, serta disahkan oleh FIFA.
Indonesia akan melawan Arab Saudi pada 9 Oktober 2025 pukul 00.15 WIB di Stadion King Abdullah Sport City, Jeddah, kemudian bertemu Irak pada 12 Oktober pukul 02.30 WIB. (*)


