News

Tragedi Penembakan di Sekolah, Lima Orang Tewas Termasuk Pelaku

×

Tragedi Penembakan di Sekolah, Lima Orang Tewas Termasuk Pelaku

Sebarkan artikel ini
FotoJet 7 14
Lokasi penembakan di Sekolah Kristen Abundant Life di Madison Wisconsin, Senin, 16 Desember 2024. (Foto: Facebook/Olivia Buss)

KITAINDONESIASATU.COM – Lima orang, termasuk seorang remaja bersenjata, tewas dalam insiden penembakan yang terjadi Senin pagi di Abundant Life Christian School, sebuah sekolah Kristen swasta di Madison, Wisconsin.

Demikian dilaporkan New York Post pada Senin, 16 Desember 2024.

Penembakan berlangsung sekitar pukul 11 pagi di sekolah K-12 seluas 28 hektar tersebut.

“Petugas yang tiba di lokasi menemukan sejumlah korban dengan luka tembak,” jelas Kepala Polisi Madison, Shon Barnes.

Pelaku, yang diyakini merupakan seorang siswa sekolah tersebut, termasuk di antara korban tewas.

“Ini adalah hari yang sangat menyedihkan,” ujar Barnes, seraya menambahkan bahwa tidak ada ancaman lebih lanjut karena pelaku sudah ditemukan.

Setidaknya tujuh orang lainnya telah dibawa ke rumah sakit setempat, dengan kondisi yang bervariasi dari luka ringan hingga kritis.

Namun, belum terkonfirmasi apakah para korban adalah siswa atau orang dewasa.
Barnes menegaskan bahwa polisi tidak melepaskan tembakan dalam menangani insiden ini.

“Hari ini semua orang di dalam gedung itu adalah korban, dan trauma seperti ini akan terus membekas,” kata Barnes.

Ia menyatakan keprihatinan mendalam untuk komunitas Madison, khususnya sekolah tersebut.

Gubernur Wisconsin, Tony Evers, juga menyampaikan belasungkawa dan dukungannya melalui sebuah pernyataan.

“Kami berdoa untuk anak-anak, pendidik, dan seluruh komunitas sekolah Abundant Life sembari menunggu informasi lebih lanjut. Terima kasih kepada para penanggap pertama atas aksi cepat mereka,” ujarnya.

Saat ini, area di sekitar sekolah ditutup untuk penyelidikan lebih lanjut. Agen federal dari Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api, dan Bahan Peledak telah bergabung dengan penegak hukum lokal untuk membantu dalam penyelidikan.- ***

Sumber: New York Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *