“Petugas Jasa Raharja wilayah Jawa Tengah telah turun langsung ke lokasi kejadian untuk membantu proses pendataan bersama para pemangku kepentingan. Pendataan masih terus berjalan, baik di lokasi kejadian maupun di rumah sakit. Sejumlah ahli waris korban juga sudah berhasil kami identifikasi,” kata Dewi.
Ia memastikan proses pencairan santunan akan segera dilakukan dengan pembukaan rekening bagi ahli waris korban meninggal dunia. Untuk korban luka-luka, Jasa Raharja telah menerbitkan surat jaminan kepada rumah sakit agar penanganan medis dapat dilakukan tanpa kendala.
Dewi juga mengingatkan para pelaku usaha transportasi serta masyarakat umum agar menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap perjalanan. Menurutnya, kondisi pengemudi dan kelayakan kendaraan harus benar-benar dipastikan sebelum beroperasi.
“Pengemudi harus dalam kondisi sehat dan siap mengemudi. Jika merasa lelah atau mengantuk, sebaiknya berhenti dan beristirahat. Kendaraan pun wajib dipastikan laik jalan. Kami sangat berduka karena 16 nyawa melayang di jalan,” ujarnya.
Seperti diketahui, kecelakaan bus Cahaya Trans terjadi pada Senin dini hari di Tol Simpang Susun Krapyak, Semarang. Insiden tersebut menyebabkan 16 orang meninggal dunia dan 15 lainnya mengalami luka-luka, termasuk pengemudi bus.
Para korban luka langsung dievakuasi ke sejumlah rumah sakit, antara lain RSUP Dr. Kariadi, RS Columbia Asia, serta RSUD Tugu Semarang.


