News

Tim AS Bantu Penyelidikan Kecelakaan Jeju Air di Muan

×

Tim AS Bantu Penyelidikan Kecelakaan Jeju Air di Muan

Sebarkan artikel ini
FotoJet 1 42
Petugas pemadam kebakaran diantara puing-puing pesawat Jeju Air. (Foto: Han Myung-Gu/EPA)

KITAINDONESIASATU.COM – Amerika Serikat telah mengirimkan tim penyelidik kecelakaan udara ke Korea Selatan untuk membantu mengidentifikasi penyebab insiden pesawat Jeju Air yang mendarat darurat di Bandara Internasional Muan dan tergelincir hingga menabrak pembatas pada Minggu dini hari.

Kecelakaan ini menewaskan 179 dari 181 orang di dalamnya.

Tim tersebut terdiri dari Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB), Administrasi Penerbangan Federal (FAA), dan Boeing, produsen pesawat yang telah beroperasi selama 17 tahun tersebut.

Dalam pernyataannya di platform X, NTSB menyampaikan bahwa pihaknya memimpin tim penyelidik AS untuk bekerja sama dengan Badan Investigasi Kecelakaan Penerbangan dan Kereta Api Republik Korea (ARAIB) dalam menyelidiki insiden ini.

Pesawat Boeing 737-800 milik maskapai penerbangan Jeju Air tersebut berangkat dari Bangkok, Thailand, dan tiba di Bandara Muan sekitar pukul 9 pagi waktu setempat.

Namun, pesawat mengalami masalah teknis yang diduga akibat tabrakan dengan burung, sehingga roda pendarat tidak dapat berfungsi meskipun memiliki beberapa sistem redundansi.

Menurut laporan Yonhap, 179 orang dinyatakan tewas, sementara dua orang yang selamat adalah awak pesawat yang dievakuasi dari bagian belakang selama pencarian awal.

Sebelum kejadian, menara pengawas telah memperingatkan adanya burung di sekitar landasan, namun pesawat tetap mencoba mendarat. Pada percobaan kedua, pesawat mendarat dalam posisi miring, tergelincir, menabrak pembatas, dan akhirnya terbakar.

Seorang saksi mata yang juga awak selamat menyebutkan bahwa tabrakan dengan burung diduga memicu asap dari salah satu mesin, yang kemudian meledak.

Pilot telah mengirimkan sinyal “mayday” sebelum mencoba mendaratkan pesawat.

Pesawat Jeju Air dengan nomor penerbangan 2216 ini membawa total 181 orang, yang terdiri dari 175 penumpang, empat pramugari, dan dua pilot.- ***

Sumber: The Guardian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *