KITAINDONESIASATU.COM – TikTok dilaporkan baru saja merumahkan 700 karyawannya di Malaysia. Mereka yang mendapat pemutusan hubungan kerja (PHK) posisinya kini digantikan dengan penggunaan AI demi memodernisasi konten.
Berdasarkan informasi yang dirangkum, PHK itu berdampak sebagian besar pada mereka yang terlibat dalam operasi moderasi konten. TikTok mengonfirmasi PHK tersebut, namun mengatakan jumlahnya kurang dari 500 karyawan.
Media Reuters juga menyampaikan, Tiktok juga mengonfirmasi ada ratusan karyawan secara global diperkirakan akan kena PHK. Bahkan, dari isu yang tersebar, mereka yang terdampak telah diberikan informasi soal pemecatan melalui email pada Rabu (12/10).
PHK ini terkait penggunaan AI yang lebih besar untuk moderasi konten. TikTok menggunakan metode campuran manusia dan deteksi otomatis untuk meninjau konten dalam platform.
“Kami membuat perubahan ini sebagian upaya berkelanjutan untuk memperkuat model operasi global dalam moderasi konten,” kata juru bicara Tiktok yang dikutip dari Reuters, Minggu (13/10).
Bahkan, sumber menjelaskan PHK ini terjadi dengan tujuan melakukan konsolidasi untuk beberapa operasi regionalnya. Di mana nantinya anak perusahaan Bytedance akan berinvestasi senilai US$2 miliar secara global sepanjang tahun ini untuk kepercayaan dan keamanan platform.
Meski begitu, PHK di Malaysia dilaporkan terjadi karena perusahaan menghadapi tekanan regulasi lebih besar karena pemerintah meminta media sosial mengajukan izin operasi yang diberlakukan sejak Januari lalu.
Pemerintah bertujuan pendaftaran dilakukan sebagai upaya memerangi pelanggaran di dunia internet. Sebab laporan di Malaysia menyebutkan terdapat peningkatan tajam pada konten yang berbahaya selama tahun 2024. (*)
