News

Sumardji Minta Evaluasi Patrick Kluivert Usai Gagal Bawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026

×

Sumardji Minta Evaluasi Patrick Kluivert Usai Gagal Bawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026

Sebarkan artikel ini
Sumardji Minta Evaluasi Patrick Kluivert Usai Gagal Bawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026
Timnas Indonesia saat ini bertengger di ranking 122 dunia. (PSSI.com)

KITAINDONESIASATU.COM – Kegagalan Timnas Indonesia melangkah ke Piala Dunia 2026 berujung pada evaluasi besar-besaran di tubuh skuad Garuda. Manajer Timnas Indonesia, Sumardji, menegaskan bahwa tim kepelatihan di bawah Patrick Kluivert harus dievaluasi menyeluruh usai hasil buruk di Kualifikasi Piala Dunia zona Asia.

Dalam laga menentukan melawan Irak, Indonesia membutuhkan tiga poin untuk menjaga asa lolos. 

Namun, gol tunggal Zidane Iqbal yang menjebol gawang Maarten Paes memupuskan harapan tersebut. Indonesia pun finis di dasar Grup B tanpa satu pun poin, sekaligus gagal melangkah ke babak kelima.

Kekalahan ini kembali memunculkan kritik terhadap performa Patrick Kluivert, pelatih yang diperkenalkan pada 6 Januari 2025 untuk menggantikan Shin Tae-yong. Harapan agar ia membawa perubahan positif justru berbalik.

“Namun kenyataannya, Kluivert justru tak mampu mewujudkan mimpi Skuad Garuda untuk berlaga di Piala Dunia 2026.”

Menurut Sumardji, Kluivert adalah sosok pertama yang harus dievaluasi. Dari enam pertandingan resmi, ia hanya mengantongi enam poin hasil dua kemenangan—melawan China dan Bahrain—serta kebobolan 15 gol. 

“Tim pelatih yang harus dievaluasi. Para pemain hanya menjalankan instruksi pelatih sesuai permintaan pelatih,” ujar Sumardji dikutip dari YouTube Kompas TV, Minggu 12 Oktober 2025.

Sumardji juga menambahkan bahwa ia memahami betul dinamika internal tim sejak menjabat sebagai manajer pada 2023. “Saya kebetulan orang lama di timnas Indonesia, meski sudah berganti pelatih. Ibaratnya saya hadir sejak lahir dan mengawali perjalanan dari Putaran Pertama Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.”

Ia menegaskan bahwa langkah evaluasi sudah jelas. 

“Tim menggelar pemusatan latihan saja saya ada. Jadi evaluasi yang harus dilakukan ya pelatih, titik. Tidak ada lagi,” tutup Sumardji. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *