KITAINDONESIASATU.COM-Satgas MBG Pandeglang marah besar karena banyaknya laporan soal ketidak sesuaian menu, baik itu adanya susu kedelai dan jasuke (jagung susu keju) yang diterima para pelajar SDN Pandeglang 4 dari SPPG Tenjolaya, Kecamatan Pandeglang, dalam keadaan basi.
Selain itu, banyaknya keluhan harga menu yang dikirimkan untuk selama tiga hari (Senin-Rabu) diduga tidak sesuai. Atas dasar itulah sebanyak 50 yayasan dan mitra, serta SPPI dan Koordinator Kecamatan (Korcam) di gembleng oleh Satgas MBG Pandeglang, di Oproom Sekretariat Daerah (Setda) Pandeglang, Selasa (24/02/2026).
Wakil Ketua Satgas MBG Pandeglang, Doni Hermawan, mengaku kesal dengan adanya sikap yayasan atau pengelola SPPG MBG yang semena-mena mendistribusikan menu tanpa mementingkan kualitas gizi.
“Ini dapur SPPG Tenjolaya sudah kedua kalinya membuat ulah, pertama menu yang dikirim ke SDN Pandeglang 4 ada ulatnya. Dan kemarin banyak keluhan susu kedelai berbusa dan basi, jasuke basi dan harganya juga tak sesuai,” ungkap Doni dengan nada keras dihadapan para SPPI dan pihak yayasan.
Doni menegaskan, tidak akan segan-segan memberikan sanksi keras kepada dapur SPPG Tenjolaya tersebut. Bahkan, dia akan memindahkan penerima manfaatnya ke SPPG yang berkualitas.
“Ini peringatan keras, untuk dapur MBG Tenjolaya sudah dua kali dan apabila terulang kembali maka siswa penerimanya saya pindahkan ke dapur lain. Jangan main-main dengan program ini, karena ini tujuannya untuk memberikan gizi berkualitas,” tegasnya Doni.
Sekretaris Daerah (Sekda) Pandeglang, Asep Rahmat, menegaskan, SPPI (Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia) dalam program MBG ini bertugas untuk memastikan gizi anak-anak dan ibu hamil terpenuhi untuk meningkatkan kesehatan serta mendukung pencegahan stunting.
“Jadi SPPI tujuannya memastikan gizi. Peran utamanya SPPI bertanggungjawab administrasi penyediaan distribusi, keamanan dan kualitas makanan yang didistribusikan. Maka dari itu saya minta agar kerjanya sesuai aturan yang berlaku,” tegas Asep. (*)




