KITAINDONESIASATU.COM – Korban mutilasi yang ditemukan dalam koper merah di Ngawi ternyata memiliki hibungan khusus dengan pelaku pembunuhan dan mutilasi.
Menurut keterangan dari polisi pelaku mengaku sebagai suami siri dari korban hal itu juga diakui oleh orangtua korban Uswatun memiliki suami siri pria Tulungagung.
Diketahui Uswatun merupakan wanita yang bekerja di Tulungagung sebagai sales prouduk kosmetik kemudian ngekos di Jalan Panglima Sudirman, Kota Tulungagung.
Wanita kelahiran 25 APril 1995 di Blitar ini memiliki dua anak berusia laki-laki berusia 10 tahun dan perempuan berusia 7 tahun.
Menyambut Hari Anak Sedunia November 2024, Uswatun sempat mengunggah foto kedua anaknya diakun TikTok @uswatunkha62.
“Ya Allah Kutitipkan segala urusan anakku kepada Mu. Kesehatan, rezeki, masa depan, hati, akhlak, kebahagiaan dan amanya. Ya Allah, berika taktir terbaik untuk anakku, wujutkan harapan dan impinannya di waktu yang tepat. Lidungilah setiap langkahnya, jagalaj dari ujung rambut sampai ujung kakinya. Dan waqfkan dia dalam ilmu akhirat agar kelak bisa menjemputku di pintu SurgaMu. Hasbunallah Wani’mal Wakil,” tilis Uswatun dalam unggahannya itu.
Potongan Tubuh Kasus Mutilasi Dalam Koper Merah Dibuang di Ponorogo, Trenggalek dan Ngawi
Misteri Kamar 301 di Hotel Kediri, Diduga TKP Mutilasi Uswatun Khasah oleh Suami Siri
Kehidupan asmara Uswatun boleh dikatakan cukup rumit, karena dari dua anak yang lahir dari rahimnya itu dari ayah yang berbeda.
Anak pertama laki-lakinya merupakan hasil pernikahan pertama dengan seorang pria asal Blitar, namun setelah memiliki anak kedua bercerai.
Kemudian Uswatun kembali menikah dengan seorang pria asal Lumajang, hasil pernikahan itu kemudian menghasilkan seorang anak perempuan kini berusia 7 tahun, yang duduk di kelas 1 SD.
Setelah bekerja di Tulungagung Uswatun kembali menikah secara siri dengan seorang pria warga Tulungagung, namun belum dikaruniai anak dari pernikahan ketiganya itu.
Penikahan dengan pria Tulungagung dibenarkan oleh ayah korban, Nur Khalim yang mengatakan pernikahannya baru berjalan selama 3 tahun.
Dikatakan Nur Khalim pernikahan ketiga putrinya dengan pria Tulungagung itu sepengetahuannya hidup rukun, tetapi setahun terakhir tidak pernah bertemu.
Bahkan pada lebaran tahun lalu suami Uswatun Khasanah juga tidak datang ke rumah, dia pun juga tidak pernah menanyakan hal itu kepada putrinya.
Terakhir dalam pemakaman korban di pemakaman Desa Sidodadi, Kecamatan Garum, Blitar suami ketiga Uswatun Khasana juga terlihat hadir di pemakaman.
Meski demikian Nur Khalim tidak mengetahuinya apakah korban dan suami ketiganya ini masih bersama atau sudah pisah, karena selama ini anaknya tidak pernah cerita.
Uswatun sendiri bekerja di Tulungagung sejak 5 tahun lalu, sedangkan kedua anaknya diasuh oleh kerabatnya Ana Yuliani di Blitar.
Uswatun merupakan sosok wanita yang bertanggung jawab kepada kedua anak-anaknya yang tidak pernah absen membesuk anak-anaknya setiap seminggu sekali.
Menurut Ana Yuliani terakhir Uswatun membesuk anaknya pada 17 Januari 2025 sebelum korban akhirnya ditemukan dalam kondisi tubuhnya terpotong-potong di dalam koper ditemukan di Desa Dadapan, Kendal, Ngawi, Kamis (23/1/2025).
Uswatun saat itu sembat bertemu kedua anak-anaknya kemudian bertemu juga dengan ayah kandungnya dan ibu kandung, setelah itu berpamitan kembali ke Tulungagung.
Sebelumnya korban masih sempat menelepon namun sejak setelah tanggal 20 Januari 2025 korban tidak bisa lagi dihubungi, bahkan pesan melalui WhatsApp hingga saat ini belum dijawab.
Hingga akhir petugas kepolisian mendatangi rumah orangtua korban di Sidodadi, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar mengabakan adanya penemuan mayat dalam koper di Desa Dadapan, Kendal, Kabupaten Ngawi.
Pelaku Mutilasi Uswatun Dalam Koper Merah Berlatar Belakang Penjual Mobil Bodong Tulungagung
Sebelum Dimutilasi Meninginap di Hotel
Seorang pedagang yang berjualan di hotel di Kediri mengungkapkan jika melihat sosok wanita yang dikabarkan dimutilasi dan ditemukan di dalam koper di Ngawi itu.
Pedagang makanan itu berjualan di sekitar hotel, mengaku pernah melihat sosok wanita itu datang ke warungnya untuk membeli makanan.
Dia mengingat-ingat jika foto yang beredar sama dengan wanita yang datang di warungnya membeli makanan, saat itu dia membeli soto pada pagi dan siang hari.
Saat itu menurut pemilik warung itu dia datang sendiri ke warungnya dan tidak banyak bicara dengannya, meski benitu ia tidak ingat waktu pastinya korban membeli makanan di warungnya.
Setelah kejadian itu petugas kemudian menangkap pelaku di Jalan Raya Madiun-Ponorogo Kota Madiun pada Minggu (26/1/2025) pukul 24:00 WIB.
Pelaku adalah seorang pria berinisial A yang diduga adalah suami siri dari korban yang diringkus tim Jatanras saat mengemudikan mobil mewah Toyota Voxy seharga 700 juta dari arah Ponorogo ke Kota Madiun.
Salah satu kamar 301 di sebuah hotel di Kediri kini sedang menjadi perhatian petugas kepolisian yang ditengarai sebagai tempat kejadian perkara mutilasi Uswatun Khasanah.
Hingga Minggu (26/1/2025) siang lokasi ini dipenuhi petugas kepolisian dan memasang police line di salah satu kamar hotel itu.
Diduga kamar itu menjadi lokasi mutilasi sebelum kemudian perlaku membuang potongan jasad ke tiga lokasi di Trenggalek, Ponorogo dan Ngawi.
Di lokasi hotel itu petugas polisi melakukan sterilisasi arena dan memasang garis polisi di salah satu kamar 301 yang diperkirakan menjadi tempat korban dan pelaku menginap.
Dari hasil informasi dari suryamalang.com lokasi kamar 301 berada di lantai satu hotel tersebut yang kini sudah terpasang police line.
Hotel ini tidak seperti hotel-hotel dengan bangunan tinggi, namun kamar dari hotel ini lebih menyerupai penginapan dengan akses langsung ke area luar, sehingga memudahkan keluar masuk para tamu hotel.
Menurut petugas hotel sejak pagi telah datang mobil inafis dari Polri untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Namun pihak manajemen hotel masih belum bersedia memberikan keterangan terkait peristiwa tragis tersebut.
Namun pihak hotel menyatakan masih menunggu perkembangan dari pihak kepolisian, meski demikian hotel saat ini tetap beroperasi normal.
Dirkrimsus Polda Jatim, Kombes Farma mengungkapkan jika pelaku dan korban adalah orang terdekat, namun belum bisa dipastikan hubungannya pacar atau suami siri korban.
Namun yang menjadi fakta dari peristiwa ini menurut Kombes Farma kedua pelaku dan korban punya hubungan asmara, hal ini pengakuan dari suami sirinya. **


