Ketua Harian Ikatan Sarjana Perkapalan Universitas Hasanuddin, Wahyudi menyoroti bahwa keselamatan pelayaran mengandung dua aspek yakni terkait kompetensi dan komitmen SDM yang bertugas di lapangan.
“Kita harus lihat kemampuan SDM yang memeriksa kapal sebelum kapal berlayar, bisa dikatakan ini terjadi krisis implementasi regulasi,” ujar Wahyudi.
Selain itu ia mendorong agar regulasi keselamatan pelayaran yang mengacu pada UU No.66/2024 perlu diperkuat dengan peraturan turunannya. Wahyudi mencontohkan adanya rezim yang berbeda antara implementasi peraturan di Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dengan Perhubungan Laut.
Ia juga menyoroti kecilnya anggaran untuk keselamatan pelayaran, sehingga kurang optimal dalam pengimplementasiannya.
Sementara itu, pengamat infrastruktur dan transportasi Hasbi Azis menilai bahwa faktor SDM sangat penting dalam menjalankan SOP keselamatan pelayaran.
Hasbi juga menyoroti adanya kasus di beberapa Syahbandar yang kepalanya kurang memenuhi kapabilitas dalam aspek keselamatan pelayaran, sehingga moral hazard kerap terjadi yang bisa berdampak fatal hingga hilangnya nyawa manusia.
“Jadi memang sistem (keselamatan pelayaran) ini bermasalah. Ini yang saya rasa butuh pendobrakan sistem,” Direktur Eksekutif Marin Nusantara, M. Makbul Ramadhani menyatakan bahwa forum ini harus memberikan solusi konkret terhadap terwujudnya keselamatan pelayaran demi tercapainya kondusifitas sektor maritim sebagai tulang punggung konektivitas nasional, distribusi logistik, mobilitas masyarakat, serta penggerak pertumbuhan ekonomi.
“Keselamatan pelayaran merupakan aspek fundamental yang harus dijamin oleh seluruh pemangku kepentingan. Namun demikian berbagai kecelakaan kapal masih terus terjadi, seperti kapal tenggelam, kebakaran, tabrakan, kandas, hingga kecelakaan akibat gangguan teknis maupun faktor operasional. Peristiwa-peristiwa tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi, distribusi logistik, serta menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi laut.(*)




