KITAINDONESIASATU.COM – Misi kemanusiaan yang sedang dilaksanakan WFP (Program Pangan Dunia) telah dihentikan hingga pemberitahuan lebih lanjut, Penghentian distribusi bantuan itu distop setelah terjadi serangan terhadap tim mereka di dekat pos pemeriksaan Israel.
Insiden ini terjadi pada Selasa malam di jembatan Wadi Gaza ketika dua kendaraan lapis baja WFP yang mengawal konvoi truk bantuan misi kemanusiaan menjadi sasaran tembakan.
Meskipun kendaraan tersebut ditandai dengan jelas dan telah memperoleh izin dari Israel, salah satu kendaraan terkena tembakan langsung. Beruntung, tidak ada staf yang terluka.
Pada Rabu, 29 Agustus 2024, WFP mengungkapkan bahwa timnya baru saja kembali dari misi di Kerem Shalom/Karam Abu Salem dengan dua kendaraan lapis baja setelah mengawal konvoi truk yang mengangkut bantuan kemanusiaan menuju wilayah tengah Gaza.
BACA JUGA: Serangan Udara Israel di Gaza Tewaskan 50 Orang, Gencatan Senjata Masih Jauh dari Kata Sepakat
Salah satu kendaraan WFP “langsung terkena tembakan” saat mendekati pos pemeriksaan IDF.
Sebanyak 10 peluru menghantam kendaraan tersebut: lima di sisi pengemudi, dua di sisi penumpang, dan tiga di bagian lainnya.
Beruntung, tidak ada karyawan yang terluka secara fisik dalam insiden ini.
WFP menyatakan bahwa ini bukan insiden keamanan pertama selama perang, namun untuk pertama kalinya kendaraan mereka ditembak langsung di dekat pos pemeriksaan.
Insiden ini menyoroti semakin terbatasnya ruang kemanusiaan di Gaza di tengah meningkatnya kekerasan, yang menghambat kemampuan WFP untuk memberikan bantuan.
Direktur eksekutif WFP, Cindy McCain, mengutuk serangan ini sebagai tindakan yang tidak dapat diterima dan mendesak Israel serta pihak-pihak yang bertikai untuk menjamin keselamatan pekerja relawan.
Sebelumnya, PBB melaporkan bahwa operasi bantuan kemanusiaan di Gaza sempat terhenti akibat perintah evakuasi dari militer Israel.
Hal ini berdampak pada 15 lokasi PBB dan LSM, termasuk empat gudang, pabrik desalinasi air, dan rumah sakit.
Militer Israel mengklaim bahwa evakuasi diperlukan untuk melancarkan operasi terhadap Hamas. Saat ini, sekitar 88,5% wilayah Gaza berada di bawah perintah evakuasi, memaksa 1,8 juta orang berlindung di zona kemanusiaan yang terbatas.
Israel berupaya mencari lokasi alternatif bagi PBB dan LSM untuk melanjutkan aktivitas mereka di tengah konflik yang terus berlangsung.- ***
Sumber: BBC
