KITAINDONESIASATU.COM – Lee, –seorang pramugari berusia 33 tahun yang menjadi salah satu dari dua korban selamat dalam insiden Jeju Air di Bandara Internasional Muan– memberikan keterangan singkat mengenai bencana tersebut.
“Saya terbangun dan diselamatkan,” katanya, dikutip dari The Guardian pada Minggu, 29 Desember 2024.
Joo Woong, Direktur Rumah Sakit Universitas Wanita Ewha Seoul, tempat Lee kini dirawat, mengungkapkan dalam konferensi pers pada malam tanggal 29 bahwa ia sengaja tidak menanyakan secara rinci tentang kejadian saat kecelakaan.
“Saya merasa pertanyaan semacam itu dapat memperburuk trauma dan tidak membantu proses pemulihan,” jelasnya.
Ketika ditanya apakah Lee mengalami kehilangan ingatan, Direktur Joo menjelaskan bahwa komunikasi dengan Lee berjalan cukup baik.
“Belum ada tanda-tanda yang mengindikasikan kehilangan ingatan secara khusus,” tambahnya.
Setelah kecelakaan, Lee awalnya dirawat di Rumah Sakit Korea Mokpo sebelum dipindahkan ke Rumah Sakit Universitas Wanita Ewha Seoul pada pukul 16.15.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, ia mengalami beberapa patah tulang, termasuk pada tulang belakang toraks, skapula, dan tulang rusuk.
Saat ini, ia menjalani perawatan intensif di unit perawatan khusus.
Direktur Joo juga menegaskan bahwa perawatan intensif diperlukan untuk mencegah kemungkinan komplikasi serius seperti kelumpuhan total.
Selain itu, konsultasi dengan Departemen Kesehatan Mental telah dijadwalkan untuk memberikan dukungan psikologis kepada Lee dalam menghadapi trauma yang dialaminya.- ***
Sumber: The Guardian


