KITAINDONESIASATU.COM-Wisatawan yang berkunjung ke Kabipaten Pandeglang dalam rangka libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) 2026, akan disambut warga Baduy luar dengan menyiapkan sekitar 5.000 butir durian.
Baduy Luar merupakan kelompok yang sudah menerima modernitas dari segala aspek. Sedangkan Baduy Dalam yaitu kelompok adat yang masih mempertahankan adat peninggalan leluhurnya.
“Kami siap menyambut calon pengunjung atau tamu yang akan berlibur ke Baduy,” ujar Kepala Desa (Kades) Kanekes, Jaro Oom, kemarin.
Kata Oom, saat ini pengunjung wisatawan belum terlalu signifikan datang ke Baduy. “Belum ramai, masih terlihat seperti hari-hari biasa, paling menjelang tahun baru baru kelihatan ramainya,” ujarnya.
Menurut Oom, pengunjung wisatawan yang datang ke Baduy pada libur Nataru, kebanyakan ingin berburu durian sambil menikmati suasana Baduy. “Sebagian besar berburu durian yah, sambil menikmati suasana adat istiadat Baduy. Sama mencari pernak pernik Baduy,” katanya.
Oom mengaku, akan mempersiapkan durian lokal sebanyak 5.000 butir untuk memanjakan wisatawan yang datang ke Baduy.“Minimal kami siapkan 5.000 durian, namun tidak sekaligus dalam satu hari segitu. Tapi rutin ada aja gitu,” ujarnya.
Pada bagian lain, Oom berharap kepada pemerintah agar akses menuju Baduy yang rusak untuk segera diperbaiki. Mengingat pentingnya akses tersebut bagi kemajuan perekonomian dan membuat nyaman wisatawan.”Harapkan kami jalan diperbaiki, soalnya itu sangat penting. Biar ekonomi masyarakat bisa lancar, kemudian pengunjung yang datang juga bisa aman dan nyaman,” tandasnya.
Sebelumnya, Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani mengatakan, tempat wisata yang ada di wilayah Kabupaten Pandeglang sangat banyak. Mulai dari wisata pantai, wisata alam, kolam renang buatan dan natural, pemandian air panas dan lainnya tersedia.
“Pandeglang memiliki garis pantai yang cukup panjang dengan keindahan alam yang tidak kalah menarik dibanding daerah lain. Oleh karena itu, Pandeglang sangat tepat menjadi tujuan wisata saat liburan,” kata Dewi.
Bahkan masalah keamanan dan kenyamanan, Bupati bersama para pihak terkait lainnya, telah mendirikan posko pelayanan pengamanan, baik di jalur menuju kawasan wisata maupun di tempat wisata.
Bupati Dewi menegaskan, pos terpadu sebagai wujud pelayanan kepada masyarakat dalam menghadapi liburan natal dan tahun baru. “Kita harus pastikan libur natal dan tahun baru di Pandeglang, masyarakat harus merasa aman dan nyaman,” tandasnya.
Sedangkan Kapolres Pandeglang AKBP Dhyno Indra Setyadi mengatakan, pengamanan Natar dipusatkan di tempat keramaian seperti pusat perbelanjaan, lokasi wisata, terminal serta jalur-jalur utama yang berpotensi menimbulkan kemacetan.
“Pengecekan dilakukan untuk memastikan seluruh personel siap siaga, dan mampu memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat menjelang dan selama libur natal dan tahun baru ini,” ujarnya. (*)




