Ia merinci layanan dapur SPPG Desa Cinta akan menjangkau 4.000 penerima manfaat, mulai dari anak sekolah, balita, ibu hamil, hingga ibu menyusui. Program gizi anak ini digagas untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat setempat.
Rinciannya mencakup 862 anak TK, RA, KB, SD kelas 1–3; 2.337 siswa SD hingga MA; 162 balita; 65 ibu menyusui; serta 574 ibu hamil.
Dengan angka sebesar ini, SPPG Desa Cinta menjadi pusat distribusi makanan bergizi terbesar di Karangtengah Garut, mendukung program gizi anak dan pencegahan stunting anak.
Selain fokus pada pemenuhan gizi anak, program ini juga mendorong ekonomi lokal lewat kerja sama dengan Koperasi Merah Putih sebagai pemasok utama bahan makanan bergizi.
Kolaborasi ini diharapkan menciptakan efek domino positif bagi masyarakat Karangtengah Garut sekaligus memperkuat kemandirian pangan daerah.
Sagita Megantara juga mengaitkan program ini dengan visi Indonesia Emas 2045, menegaskan bahwa cita-cita menjadi negara adil makmur sulit tercapai jika masalah stunting anak, gizi buruk, dan kurang energi kronis masih menghantui generasi penerus.
Melalui SPPG Desa Cinta, pemerintah berupaya memastikan setiap anak memperoleh akses makanan bergizi.
Menurutnya, Presiden RI ingin menjamin setiap anak, tanpa terkecuali, mendapatkan hak atas gizi anak yang layak dan makanan bergizi.


