KITAINDONESIASATU.COM– Peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang sering menyertai peralihan musim, Pemerintah Kabupaten Bogor Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), Pemerintah bertekad memperkuat strategi pengendalian penyakit ini dengan melibatkan langsung masyarakat.
“Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) adalah kunci utama dalam upaya mencegah penyebaran DBD,” ungkap Adang Mulyana, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Bogor, Kamis 17 April 2025.
Adang menegaskan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam kampanye kesehatan ini. “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama melakukan PSN secara serentak. Ini satu-satunya metode yang paling efektif dalam mencegah DBD. Mari kita hidupkan kembali Gerakan Jumat Bersih (Jumsih),” serunya, mengajak kolaborasi guna menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
Meski tahun ini tercatat penurunan hampir 50% dalam jumlah kasus dibandingkan tahun lalu, kewaspadaan tetap harus dipertahankan. “Pola musiman menunjukkan bahwa peningkatan kasus biasanya terjadi dari September hingga Mei. Kita tidak boleh lengah,” tambahnya, memberikan gambaran akan pentingnya kesiapsiagaan di tengah situasi yang dapat berubah dengan cepat.
Adang juga menjelaskan peran vital Puskesmas dan kader kesehatan sebagai garda terdepan dalam penyuluhan kepada masyarakat.
“Kegiatan PSN yang dilakukan secara masif jauh lebih efektif daripada fogging yang sering disalahartikan oleh masyarakat. Fogging bukan solusi utama, melainkan langkah terakhir setelah adanya kasus positif,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa penggunaan insektisida yang berlebihan dapat menyebabkan resistensi pada nyamuk, sehingga penanganan di masa mendatang bisa menjadi semakin sulit. Dengan bijak, fogging hanya akan dilakukan di radius 200 meter dari lokasi kasus positif, setelah melalui proses kajian medis yang teliti.
Adang juga mengimbau kepada para orang tua untuk lebih waspada terhadap aktivitas anak-anak, terutama saat mereka bermain di luar rumah.
“Banyak kasus DBD terjadi pada anak-anak, terutama saat mereka beraktivitas di pagi dan sore hari saat nyamuk Aedes aegypti paling aktif. Oleh karena itu, perhatian terhadap kondisi anak sangat penting,” pungkasnya. (Nicko/Yo)


