KITAINDONESIASATU.COM – Martapura kembali menjadi saksi sejarah dengan berlangsungnya Haul ke-20 KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani, atau yang lebih dikenal sebagai Guru Sekumpul.
Lebih dari 4 juta jemaah dari berbagai daerah memadati kawasan ini, menjadikan acara tersebut sebagai salah satu perhelatan keagamaan terbesar di Indonesia.
Namun, di balik kesakralan dan kebersamaan, ribuan ton sampah menjadi tantangan besar yang berhasil diatasi dengan langkah cepat pemerintah.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (Disperkim LH) Kabupaten Banjar, Akhmad Baihaki, mengungkapkan bahwa pasca-haul, total sampah yang terkumpul mencapai angka yang fantastis.
“Kami perkirakan, volume sampah pasca-Haul ke-20 Guru Sekumpul sekitar 2.500 ton,” ujarnya pada Selasa (7/1/2024).
Sampah yang terdiri dari botol air minum, plastik makanan, hingga kertas-kertas bekas ini telah tersebar di berbagai titik.
Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah mengerahkan armada pengangkut sampah ke KSM Kayuh Baimbai, di mana sampah akan dipilah sebelum dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Banjarbakula.
Pengangkutan sampah melibatkan berbagai jenis kendaraan. “Satu truk compactor mampu mengangkut hingga 4 ton sampah, sementara truk lainnya bisa membawa hingga 12 ton. Hari ini saja, total pengangkutan kami perkirakan mencapai 200 ton,” jelas Baihaki.
Tak hanya dari Kabupaten Banjar, bantuan juga datang dari daerah tetangga.

