Kabupaten Barito Kuala mengirimkan satu unit compactor dan dua unit dump truck, Banjarmasin menyumbangkan 10 unit compactor, sementara Banjarbaru, Tanah Laut, komunitas Gasak, serta Pondok Pesantren Al Mursyid Amin juga ikut mendukung dengan lebih dari 60 armada dan delapan unit pikap.
“Sebelum pemilahan, total sampah kasar mencapai 2.500 ton,” tambahnya.
Mayoritas sampah yang terkumpul merupakan plastik dan sisa makanan. Pemerintah menargetkan proses pengangkutan selesai dalam waktu dua hingga tiga hari setelah acara.
“Kami optimalkan pengangkutan agar selesai dalam dua hari atau H+2 hingga malam,” ungkap Baihaki.
Saat ini, TPA Regional Banjarbakula telah menerima 101 ton sampah untuk diproses lebih lanjut. Penanganan dilakukan dengan metode penutupan sampah menggunakan tanah guna menjaga kebersihan lingkungan.
Meski demikian, angka ini diprediksi masih akan bertambah dalam beberapa hari ke depan.
Sebagai bentuk dukungan terhadap acara haul, pemerintah memberikan kebijakan khusus berupa pembebasan biaya pengiriman sampah ke TPA Regional Banjarbakula. Kepala UPTD TPA Banjarbakula, Agung Sriyono, menjelaskan,
“Kami membebaskan biaya pengiriman sampah mulai H-2 hingga H+3 khusus untuk acara haul ini.”
Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran salah satu acara keagamaan terbesar di Indonesia sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

