NewsBerita Utama

Sadis! Dua Remaja Diduga Seret Bocah 6 Tahun ke Tiang Listrik hingga Tak Sadarkan Diri

×

Sadis! Dua Remaja Diduga Seret Bocah 6 Tahun ke Tiang Listrik hingga Tak Sadarkan Diri

Sebarkan artikel ini
perkusi
Ilustrasi.

KITAINDONESIASATU.COM – Kasus memilukan mengguncang Jakarta Pusat. Seorang bocah berusia 6 tahun asal Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, sempat koma usai diduga menjadi korban persekusi brutal dua remaja yang menyeretnya ke tiang listrik bocor di area taman.

Nenek korban, Linda Reselin, mengungkapkan cucunya berinisial MWP kini sudah sadar setelah sempat dirawat intensif di RSCM akibat tersengat listrik hingga tak sadarkan diri.

“Sekarang sudah sadar, tapi masih ketakutan kalau bertemu orang,” ujar Linda dengan nada sedih di Jakarta, Rabu (10/6).

Peristiwa mengerikan itu disebut terjadi pada Minggu (7/6). Berdasarkan rekaman CCTV taman, dua remaja diduga berinisial LNG dan RVN terlihat membawa dan menyeret korban menuju sebuah tiang listrik di kawasan Taman Kramat Pulo, Jakarta Pusat.

Tanpa disadari, tiang listrik tersebut ternyata mengalami kebocoran arus listrik. Saat tubuh bocah malang itu ditempelkan ke tiang, korban langsung tersengat hebat hingga kejang-kejang dan pingsan di lokasi.

Linda mengaku syok setelah melihat rekaman kamera pengawas yang memperlihatkan cucunya diperlakukan secara kasar sebelum akhirnya tersengat listrik.

“Saya lihat sendiri di CCTV, cucu saya diseret lalu dibawa ke tiang yang ternyata ada aliran listriknya sampai kesetrum,” ungkapnya.

Kasus ini telah dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Pusat. Namun hingga kini, keluarga korban mengaku belum ada pelaku yang diamankan polisi.

Sementara itu, warga sekitar bernama Asep membenarkan adanya insiden bocah kesetrum sekaligus menjadi korban persekusi di area taman tersebut. Ia menyebut taman kini masih ditutup sementara setelah kejadian menghebohkan itu.

Menurut warga, pelaku diduga merupakan remaja tingkat SMA dan SMP. Kebocoran listrik di lokasi juga diklaim sudah diperbaiki guna mencegah korban berikutnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *