KITAINDONESIASATU.COM – Pengamat politik Rocky Gerung akhirnya buka suara terkait aksinya walk out atau keluar dari sebuah talkshow yang disiarkan salah satu TV nasional, baru-baru ini. Ia menegaskan, keputusan itu diambil karena forum tersebut lebih menekankan pada sensasi ketimbang substansi perdebatan.
Dalam siniar terbarunya yang tayang di YouTube pada Kamis (25/9/2025), pendiri Tumbuh Institute itu mengaku kerap meninggalkan forum diskusi yang menurutnya tidak lagi mendidik.
“Jadi ya kemarin saya walk out dari forum iNews karena saya menganggap bahwa forum-forum semacam ini tidak lagi mengajarkan perdebatan yang ada basis intelektual. Perdebatan yang sekedar dihasilkan oleh skenario untuk mengadu pendapat,” ujar Rocky Gerung.
Ia menilai sikap walk out justru etis, sebab dapat menjaga publik dari perdebatan yang hanya melahirkan kedangkalan. Rocky bahkan menyebut hak setiap orang untuk meninggalkan forum diskusi ketika merasa ruang tersebut sudah kehilangan nilai akademis.
“Justru sangat etis ketika ada prinsip untuk mengatakan bahwa bila kedunguan itu dilanjutkan maka hak publik untuk mendengarkan kecerdasan terhalang. Karena itu saya walk out,” katanya.
Rocky juga menyoroti kecenderungan talkshow yang lebih banyak menonjolkan retorika tanpa didukung logika.
“Jadi retorika diperlukan tetapi logika harus mendahului retorika tuh. Apalagi retorika yang sekedar mengguyur publik dengan demagogi itu berbusa-busa tapi tanpa poin. Jadi itu yang terjadi di forum iNews dan saya menganggap bahwa iNews berkali-kali berupaya untuk nyari sensasi hanya untuk memperoleh followers tapi itu juga tidak mendidik,” ujarnya.
Walk out Rocky terjadi dalam acara Rakyat Bersuara yang disiarkan langsung kanal YouTube Official iNews, Rabu (24/9/2025). Ia terlibat perdebatan panas dengan Wakil Ketua Umum Relawan Bara JP, David Pajung, mengenai skenario politik 2029. Di tengah perdebatan, Rocky melontarkan pernyataan tajam terkait putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka.
“Gibran anak kecil, yang disuruh bermain politik oleh bapaknya. Jadi yang kurang ajar Gibran atau bapaknya 2029 yang kurang ajar Gibran, karena suruh bapaknya jadi wakil presiden,” ucap Rocky.
Menurut Rocky, jika etika benar-benar menjadi acuan, seharusnya Gibran tidak pernah maju sebagai wakil presiden sejak awal.
“Gibran presiden, dan wakil presiden Jokowi, nggak mungkin terjadi. Enggak ada etikanya. Kalau ada etikanya dari awal Gibran nggak jadi wakil presiden,” tegasnya.
Ketika argumennya tidak dipahami lawan debat, Rocky mulai menunjukkan rasa frustrasi. Ia sempat menyindir dengan meminta lawannya membaca sejarah dunia, hingga mengangkat mitologi Yunani Cassandra Paradox untuk menggambarkan kedangkalan argumen yang disajikan. Namun akhirnya, Rocky memilih mengakhiri diskusi.
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Malas gue, males,” ucap Rocky sambil melepas mikrofon dan meninggalkan panggung.
“Lu terusin aja deh,” sambungnya kepada pembawa acara sebelum akhirnya benar-benar bangkit dari kursinya dan meninggalkan mimbar acara.
Aksinya itu kemudian diikuti sejumlah mahasiswa yang juga walk out dari forum tersebut dan melanjutkan diskusi di luar. Rocky menilai fenomena itu sebagai bentuk kejenuhan publik terhadap forum yang hanya mengumbar sensasi tanpa menawarkan kedalaman berpikir. (*)


