KITAINDONESIASATU.COM – Pengamat politik Rocky Gerung kembali melontarkan kritik tajam terkait diplomasi ekonomi yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto. Kali ini, Rocky menyoroti arah kebijakan perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump yang dinilai tidak setara dan cenderung merugikan posisi tawar nasional.
Menurut Rocky, pola kerja sama dagang yang ditawarkan AS seringkali menempatkan Indonesia sekadar sebagai pasar atau penyedia bahan mentah, tanpa adanya transfer teknologi yang signifikan. Ia menyebut bahwa jika pemerintah tidak berhati-hati dalam menegosiasikan kesepakatan, maka perjanjian tersebut bisa dianggap “menghina” kedaulatan ekonomi Indonesia.
“Diplomasi seharusnya berdasarkan martabat, bukan sekadar transaksional yang tunduk pada kepentingan proteksionisme Amerika,” ujar Rocky dalam sebuah diskusi publik bersama Hersubeno Arief, Minggu 22 Februari 2026.
Ia menekankan bahwa kebijakan ‘America First’ yang diusung Trump berpotensi menjepit posisi Indonesia di tengah persaingan global yang kian memanas.
Kritik ini muncul di tengah upaya pemerintah memperkuat kemitraan strategis dengan negara-negara besar.
Rocky memperingatkan agar tim ekonomi Prabowo tidak terjebak dalam jebakan perdagangan yang hanya menguntungkan satu pihak, sekaligus mendesak transparansi lebih besar dalam setiap nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani dengan pihak asing.(*)


