-Patroli cerdas berbasis pengenalan wajah (face recognition).
-Deteksi zat berbahaya, mulai dari narkotika hingga bahan kimia beracun.
Kolaborasi Anak Bangsa
Inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi Polri dengan PT SARI Teknologi, perusahaan lokal yang dipimpin oleh Dr. Yohanes Kurnia Widjaja. Dengan semangat memberdayakan putra-putri bangsa, robot-robot ini dikembangkan berdasarkan kebutuhan khas lapangan kepolisian di Indonesia.
“Robot K9 kami mampu bertahan hingga 8 jam di kondisi ekstrem, dan sudah dilengkapi dengan AI untuk analisis perilaku,” ujar Yohanes.
Ia juga menambahkan bahwa robot humanoid masih dalam proses penyempurnaan dan membutuhkan ribuan jam uji coba sebelum benar-benar siap digunakan.
Teknologi untuk Kemanusiaan
Irwasum Polri, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, menegaskan bahwa kehadiran robot ini adalah bagian dari perjalanan panjang menuju modernisasi Polri yang berbasis nilai-nilai kemanusiaan.
Teknologi digunakan bukan untuk menggantikan manusia, melainkan untuk melindungi dan membantu tugas para personel di medan berbahaya.


