News

Ratusan Jemaah Panik, Majelis Taklim di Ciomas Ambruk, Menag Jenguk Korban

×

Ratusan Jemaah Panik, Majelis Taklim di Ciomas Ambruk, Menag Jenguk Korban

Sebarkan artikel ini
Ratusan Jemaah Panik, Majelis Taklim di Ciomas Ambruk, Menag Jenguk Korban
Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menjenguk korban luka tragedi ambruknya bangunan Majelis Taklim As-Sohibiya di RSUD Kota Bogor (KIS/ist)

KITAINDONESIASATU.COM –  Tragedi ambruknya bangunan Majelis Taklim As-Sohibiya di Kampung Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, meninggalkan duka mendalam. Peristiwa yang terjadi saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW itu menelan tiga korban jiwa, lebih dari 84 orang luka-luka, serta satu orang kritis yang masih dirawat intensif.

Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, hadir langsung di RSUD Kota Bogor pada Minggu 7 September 2025 untuk menjenguk para korban. Kehadirannya disambut haru keluarga pasien. Dalam kunjungan itu, Menag menyampaikan rasa belasungkawa mendalam serta keprihatinan atas musibah tersebut.

“Ini musibah besar. Kami dari Kementerian Agama akan segera berkoordinasi dengan Baznas dan pihak terkait untuk membantu merenovasi bangunan majelis taklim yang rusak. Kami turut menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya untuk seluruh keluarga korban,” ujar Nasaruddin.

Ia juga mengajak masyarakat menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran bersama. “Semoga yang meninggal dunia mendapatkan derajat syahid karena wafat saat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Sedangkan yang luka-luka, mari kita doakan lekas sembuh,” imbuhnya.

Selain meninjau kondisi medis, Menag turut menemui anak-anak dan keluarga korban yang masih dirundung kesedihan. “Yang penting hari ini kami bisa hadir langsung, bertemu orang tua, anak-anak, dan keluarga korban. Mari kita panjatkan doa bersama. Tragedi ini terjadi ketika umat sedang merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW, sebuah momen mulia yang seharusnya penuh kebahagiaan,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menjelaskan kronologi kejadian. Menurutnya, bangunan roboh ketika sekitar 150 jemaah berada di dalam ruangan, sedangkan di luar diperkirakan terdapat 250 hingga 300 orang. “Penanganan awal kami fokuskan pada evakuasi dan pertolongan medis. Polres Bogor menurunkan 70 personel, membagi tim untuk evakuasi, pengamanan lokasi, hingga mendirikan posko kesehatan,” terang AKBP Wikha.

Hingga kini, korban luka tersebar di beberapa rumah sakit, antara lain RSUD Kota Bogor, RSUD Ciawi, RS Medika, hingga sejumlah klinik setempat. Polres Bogor juga mengerahkan tim trauma healing, khususnya polwan, untuk memberikan pendampingan psikologis kepada ibu hamil, lansia, dan anak-anak.

Forkopimda Kabupaten Bogor, termasuk Bupati Bogor, Dandim, dan Ketua DPRD, turut hadir di lokasi untuk melakukan takziah ke rumah duka serta meninjau kondisi korban.

Aparat kepolisian masih menyelidiki penyebab ambruknya bangunan. Pemerintah berkomitmen memastikan seluruh korban mendapat penanganan terbaik sekaligus meningkatkan keamanan fasilitas keagamaan agar kejadian serupa tak terulang. (Nicko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *