“Kesalahan tidak hanya terletak pada Golkar, tetapi juga pada calon yang mengejar tiket Pilkada tanpa memperhatikan etika politik,” tambahnya.
Atty menegaskan komitmen PDI Perjuangan untuk tetap aktif dalam setiap kompetisi politik demi kesejahteraan rakyat Kota Bogor.
“PDI Perjuangan akan selalu menjadi pelaku utama dalam kontestasi politik, dengan modal enam kursi legislatif kami siap menjadi penentu kemenangan di Pilkada Kota Bogor,” tutupnya.
Sebelumnya, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bogor, Dadang Iskandar Danubrata, telah mengonfirmasi kepemilikan KTA Partai Golkar oleh dokter Rayendra.
“Kami telah mengklarifikasi masalah ini dengan dokter Rayendra. Kami sangat kecewa karena ada dua KTA dari partai berbeda. Kami akan melaporkan hasil klarifikasi ini kepada DPP PDIP untuk keputusan selanjutnya,” Dadang.
Di sisi lain, Ketua DPD Golkar Kota Bogor, Rusli Prihatevy, mengonfirmasi bahwa dokter Rayendra kini menjadi bagian dari Partai Golkar.
“Dokter Rayendra telah resmi bergabung dengan Golkar dan kami akan segera melaporkan mekanisme yang dijalankan kepada DPD Jawa Barat dan DPP,” kata Rusli usai dokter Raendi Rayendra menyambangi Kantor DPD Partai Golkar Kota Bogor di Jalan Cikuray, Kecamatan Bogor Tengah pada Minggu 18 Agustus 2024, lalu. (Nicko)

