Di sisi moneter, Bank Indonesia telah memangkas suku bunga menjadi 5% dan diperkirakan masih ada ruang tiga kali pemotongan tambahan hingga akhir tahun. Suku bunga acuan diproyeksikan turun ke level 4,25% sepanjang 2025.
Menurut J.P. Morgan, langkah tersebut dapat meredam risiko perlambatan ekonomi sekaligus mendukung pasar saham yang saat ini diperdagangkan pada valuasi menarik sekitar 12 kali price to earnings (P/E).
Selain itu, realisasi pengeluaran fiskal yang lebih cepat pada paruh kedua 2025, termasuk paket stimulus Rp24 triliun yang diumumkan Kementerian Keuangan, diyakini memperkuat konsumsi domestik. Sektor barang konsumsi, bahan baku, properti, dan transportasi diproyeksikan menjadi penerima manfaat utama.
“Dengan kebijakan fiskal yang ekspansif, pelonggaran moneter, dan perbaikan sentimen perdagangan, Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk mencatat pertumbuhan berkelanjutan,” tambah Henry Wibowo, Head of Research & Strategy J.P. Morgan Indonesia. (Anang Fadhilah)***


