News

Prosesi Kembang Endog Khas Banyuwangi untuk Maulud Nabi

×

Prosesi Kembang Endog Khas Banyuwangi untuk Maulud Nabi

Sebarkan artikel ini
endog2
Salah satu peserta festival endog-endogan di perayaan Maulud Nabi Muhammad SAW di Banyuwangi. tangkapan layar

KITAINDONESIASATU.COM – Kembang Endog atau Endog-endogan adalah tradisi unik yang diperingati pada Maulid Nabi Muhammad di Banyuwangi, Jawa Timur.

Pada tahun ini peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, atau biasa disebut muludan digelar secara meriah di desa Gitik, kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, Minggu, 15 September 2024.

Sekitar 10.000 Kembang Endog (bunga telur) dikirab oleh ribuan warga masyarakat desa Gitik, mulai anak-anak remaja hingga dewasa dengan diiringi grup musik rebana.

Di sepanjang jalan yang dilewati suasana riang gembira mengiringi arak-arakan dangan lantunan lagu-lagu religi, hingga jalanan di kawasan Rogojampi dipenuhi telur hias atau kembang endhog.

Baca Juga  Kompak Dukung, Muhammadiyah dan NU Sepakat Pembentukan Kementerian Haji Indonesia

Ketua penyelenggara pawai 10.000 Kembang Endhog Desa Gitik, Rochman Ainur Rofiq mengatakan acara ini wujud kecintaan masyarakat terhadap Nabi Muhammad SAW.

Berikut adalah beberapa aspek dari tradisi ini.
Endog-endogan melibatkan telur rebus yang dihias dengan bunga kertas warna-warni, kemudian ditancapkan pada batang pohon pisang yang juga dihias.

Telur yang terdiri dari tiga lapis menunjukkan lapisan spiritual, mulai dari iman, Islam (syariat), dan ihsan.

Setelah diarak keliling kampung, hiasan telur ini juga diletakkan di masjid dan beberapa desa di Banyuwangi.

Peran Masyarakat
Tradisi ini tidak hanya sebagai ekspresi kecintaan masyarakat Banyuwangi kepada Nabi Muhammad, tetapi juga memperkuat keeratan sosial dan keguyuban di tengah masyarakat.

Baca Juga  Guru SD Banyuwangi Jadi Hacker Bobol Data ASN Dijual 121 Juta

Perayaan Maulid Nabi di Banyuwangi seringkali diselenggarakan dengan pawai kembang telur yang membanjiri jalanan, seperti di Desa Gitik yang mencapai 10.000 kembang telur.

Tradisi ini juga membawa berkah bagi perajin kembang telur di Banyuwangi, dengan penjualan yang meningkat lebih pesat dibandingkan masa pandemi COVID-19.

Tradisi endog-endogan merupakan bagian penting dari budaya dan tradisi Maulid Nabi di Banyuwangi, yang tidak hanya menunjukkan kecintaan masyarakat terhadap Nabi Muhammad, tetapi juga memperkuat nilai-nilai sosial dan religius.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *