KITAINDONESIASATU.COM – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, mengungkapkan bahwa pihaknya belum secara rinci mempelajari program Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang mengirim anak-anak bermasalah ke barak militer.
Program ini menuai sorotan publik dan menimbulkan pro-kontra, karena menyasar anak-anak yang terlibat tawuran, bolos sekolah, hingga kecanduan game online. Tujuannya adalah untuk memberi pendidikan berbasis kedisiplinan ala militer.
Terkait hal ini, Pratikno menyebut bahwa program tersebut memang belum secara khusus dikaji oleh kementeriannya, namun ia menekankan bahwa sistem pendidikan di Indonesia sudah memiliki kurikulum yang berlaku.
“Jadi itu kita belum mendalami di kemenkoan kami, tetapi, kan, semuanya sudah ada, ya, kurikulum sudah berjalan,” ungkap Pratikno.
Ia juga menyampaikan bahwa program seperti pendidikan militer pasti sudah memiliki kerangka yang ada dalam kurikulum.
“Jadi, tentu saja kalau ada pendidikan militer, kan, pasti juga ada programnya yang sudah ada. Tapi kami tidak masuk sampai ke level itu,” tambahnya.
Meski belum mempelajari secara mendalam, Pratikno menegaskan akan menjalankan peran Kemenko PMK untuk mengoordinasikan lintas kementerian terkait.
“Kami mengawal bagaimana sinergi lintas kementerian yang berada di dalam koordinasi Kemenko PMK,” pungkasnya.
Perdebatan soal upaya pembentukan karakter anak bermasalah di Jawa Barat melalui pendekatan militer pun masih menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.


