KITAINDONESIASATU.COM – Kisah pilu dialami seorang pria asal Sumba, Nusa Tenggara Timur, yang datang ke Bali dengan harapan mendapatkan pekerjaan.
Namun, niat baik tersebut justru berubah menjadi pengalaman mengerikan setelah dirinya diduga menjadi korban sindikat lowongan kerja palsu.
Pria berinisial Krisno itu mengaku mengalami penyekapan dan tindakan kekerasan selama beberapa hari di dua lokasi berbeda di Bali.
Peristiwa tersebut bermula ketika ia menerima informasi lowongan pekerjaan dari seseorang yang mengaku sebagai pemilik perusahaan dan menawarkan kesempatan kerja yang menjanjikan.
Setelah mengikuti proses wawancara, korban mengaku kehilangan akses terhadap barang-barang pribadinya. Situasi kemudian berubah menjadi ancaman serius ketika ia dituduh melakukan perbuatan yang tidak pernah dilakukannya.
Modus Lowongan Kerja Palsu
Dalam pengakuannya, korban mengalami intimidasi fisik dan tekanan psikologis yang berlangsung berjam-jam.
Bahkan, keluarganya disebut sempat dihubungi oleh pelaku yang meminta sejumlah uang dalam nominal besar sebagai syarat pembebasan.
Beruntung, korban berhasil melarikan diri saat kondisi penjagaan lengah. Dengan kondisi terluka, ia mencari pertolongan warga sekitar sebelum akhirnya dapat menghubungi keluarga dan kerabatnya.

