Perluasan Tenaga Kerja dan Rantai Pasokan
Presiden Trump menekankan pentingnya memperluas tenaga kerja nuklir Amerika. Teknik nuklir dan karir terkait akan dijadikan bidang prioritas, dengan peningkatan program magang, pendidikan karir, dan akses ke infrastruktur penelitian di Laboratorium Nasional Departemen Energi.
Selain itu, pemerintah berkomitmen memperkuat rantai pasokan bahan bakar nuklir domestik guna mengurangi ketergantungan pada impor uranium dan meningkatkan kemandirian energi.
Tantangan dan Peluang
Saat ini, hanya 5% bahan bakar reaktor nuklir AS yang berasal dari sumber domestik, sehingga Presiden Trump mengambil langkah tegas untuk memajukan pertambangan uranium dan torium, serta mendorong pemrosesan ulang bahan bakar bekas di dalam negeri.
Perintah Eksekutif ini juga mengkonsolidasikan seluruh lembaga federal terkait untuk mencari solusi pengelolaan limbah nuklir, salah satu tantangan terbesar industri nuklir.
Dampak bagi Ekonomi dan Keamanan Nasional
Presiden Trump percaya bahwa melepaskan potensi energi Amerika—melalui nuklir, bahan bakar fosil, dan teknologi baru—akan menciptakan lapangan kerja, meningkatkan neraca perdagangan, memperkuat hubungan internasional, serta mendukung perdamaian dan keamanan global.
Kebijakan ini juga bertujuan untuk memenuhi kebutuhan energi masa depan, terutama di tengah lonjakan permintaan listrik akibat perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI).***


