NewsInovasi

Dedie Rachim Temui Dirjen Perkeretaapian, Stasiun Sukaresmi dan Batutulis Jadi Sinyal Pembahasan

×

Dedie Rachim Temui Dirjen Perkeretaapian, Stasiun Sukaresmi dan Batutulis Jadi Sinyal Pembahasan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260418 WA0019 scaled
Suasana diskusi antara Pemkot Bogor dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian terkait rencana pembangunan stasiun dan konektivitas wilayah. (Kis/ist)

KITAINDONESIASATU.COM- Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim melakukan pertemuan dengan Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Allan Tandiono di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat 17 April 2026.

Dedie Rachim menyampaikan bahwa dalam pertemuan tersebut dibahas sejumlah rencana strategis pengembangan infrastruktur perkeretaapian di wilayah Kota Bogor, termasuk kepastian pembangunan Stasiun Sukaresmi.

Ia menjelaskan bahwa Pemkot Bogor pada prinsipnya siap mendukung rencana pembangunan tersebut, termasuk integrasinya dengan program perumahan melalui pembangunan rumah susun di kawasan sekitar stasiun.

“Kami membahas terkait Stasiun Sukaresmi, termasuk rencana pembangunan rumah susun yang terintegrasi dengan program perumahan dari pemerintah pusat. Pada prinsipnya kami siap mendukung, karena ini sudah cukup lama dan perlu ada kepastian apakah stoplet sukaresmi jadi dibangun atau tidak,” ujar Dedie Rachim.

Ia juga menyampaikan bahwa dalam pertemuan tersebut turut dibahas mengenai pengembangan akses menuju Stasiun Ciomas Rancamaya yang dinilai memiliki posisi strategis dalam mendukung konektivitas wilayah selatan.

Dedie Rachim mengungkapkan bahwa pengembangan jaringan perkeretaapian di wilayah selatan Jawa Barat menjadi salah satu prioritas, termasuk rencana konektivitas Bogor–Bandung yang ke depan dapat menjadi alternatif perjalanan masyarakat.

“Tadi disampaikan bahwa rencana pengembangan perkeretaapian wilayah selatan Jawa Barat menjadi prioritas, sehingga dari Bogor bisa terhubung hingga Bandung. Ini menjadikan keberadaan Stasiun Ciomas Rancamaya penting sebagai alternatif akses masyarakat Kota Bogor bisa ke Bandung tanpa harus melalui wilayah utara,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dedie Rachim juga melaporkan progres pembangunan kawasan Stasiun Batutulis yang selama ini masuk dalam proyek strategis nasional.

Ia menyampaikan bahwa proses pembebasan lahan telah dilakukan oleh Pemkot Bogor, serta tahapan lelang telah berjalan di tingkat provinsi, sehingga diperlukan sinkronisasi lanjutan dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian.

“Kami juga melaporkan, untuk Batutulis kami sudah melakukan pembebasan lahan dan proses lelang juga sudah dilaksanakan. Selanjutnya perlu ada sinkronisasi antara Pemkot Bogor dan Dirjen Perkeretaapian sebagai area yang selama ini dijadikan sebagai proyek strategis nasional untuk Stasiun Batutulis,” pungkasnya. (Nicko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *