KITAINDONESIASATU.COM – Pemerintah Iran secara resmi mengumumkan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka sepenuhnya bagi lalu lintas kapal komersial. Namun hal ini dilakukan selama sisa masa gencatan senjata.
Pernyataan ini dikeluarkan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, guna meredam kekhawatiran global terhadap gangguan jalur distribusi energi dan logistik internasional yang vital tersebut.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menegaskan komitmen mereka dalam menjaga keamanan navigasi di salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia tersebut. Selat Hormuz merupakan jalur utama bagi pengiriman minyak mentah dari negara-negara Teluk, di mana sekitar seperlima dari total konsumsi minyak dunia melintasi wilayah ini setiap harinya.
Pengumuman ini menjadi sinyal positif bagi pasar global yang sempat khawatir akan potensi blokade yang dapat memicu lonjakan harga komoditas. Meski memastikan jalur tetap terbuka, Iran tetap memberikan catatan bahwa mereka terus memantau setiap aktivitas militer asing di kawasan tersebut.
Sebelumnya, Amerika Serikat memblokade pelabuhan-pelabuhan di Iran di Teluk Persia guna membuka Selat Hormuz yang ditutup. Namun Iran mengancam negara teluk jika keamanannya terganggu. (*)

